SALATIGA, wartaintegritas.com – Kamis 11 Desember 2025 yang baru lalu, bertempat di GPdI Siloam Jl. A Yani 14 Salatiga, diadakan Konser Pra Pesparawi kontingan Jawa Tengah (Jateng). Hadir dalam acara tersebut Kepala Bapeda mewakili Walikota Salatiga, pejabat Forkopimda seperti Kodim, Polres dan Pengadilan Negeri hadir di acara tersebut. Hadir pula Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si.
Siswo Hartono, M.Si, yang membacakan sambutan Walikota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG menyatakan bahwa Walikota Salatiga menyampaikan apresiasi kepada kontingen Pesparawi Jateng. Walikota berpesan supaya talenta semakin berkembang dan berdampak. Walikota menyampaikan bahwa Pesparawi itu ajang peserta mewujudkan kebhinekaan.

“Pesparawi juga wujud kebhinekaan, karena diikuti oleh berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga diikuti oleh berbagai denominasi gereja, sehingga itu juga merupakan wujud kebersatuan internal gereja.” Lebih lanjut dikatakan bahwa Pesparawi itu esensinya adalah menjalin persahabatan di antara kontingen.

“Marilah kontingen Jateng melakukan lomba ini dengan semangat pengabdian bangsa dan negara. Bukan sebuah beban yang penting adalah menjalin persahabatan dan mengasah kemampuan. Kalah menang hal yang biasa, semoga kontingen ini bisa memetik perlajaran dari perjumpaan dengan kontingen dari daerah yang lain,” demikian Siswo Hartanto yang setelajhhnya mewakili Walikota membuka acara.

Dance Ishak Palit, M.Si, Ketua DPRD Salatiga dalam sambutannya selanjutnya menegaskan supaya kontingen jateng sadar bahwa mereka sejatinya adalah duta perdamaian yang menjadi berkat bagi masyarakat masyarakat Indonesia. Dance juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia dalam situasi keprihatinan.

“Sumatra Utara, Sumatra Barat sedang menghadapi bencana alam, pertemuan Pesparawi Nasional bisa menjadi sarana doa bersama untuk saudara kita yang sedang terkena bencana. Yang berlebih bisa ikut meringankan beban saudara yang terkena bencana. Mereka itu makan pun kesulitan, bahkan ada yang tiga hari tidak mandi,” demikian jelas Dance. Terkait dengan itu DPRD Kota Salatiga menurut Dance sudah lakukan pengiriman bantuan yang kedua saat ini.
Dwi Kuncoro selaku Ketua LPPD Jateng dalam sambutannya memberikan penjelasan bahwa ada 261 orang peserta yang akan diberangkatkan ke Manokwari Papua. “Anggaran yang kami butuhkan berkisar 5 hingga 6 Milyar. Oleh karenanya kami berharap dukungan pemerintah daerah terutama yang daerahnya diwakili LPPD-nya, seperti Kota Salatiga,” demikian Dwi Kuncoro yang juga menyebut bahwa konser Pra Pesparawi ini sebagai ajang pemanasan kontingen Jateng sebelum maju laga di Pesparawi Nasional, Juni 2026 yang akan datang.

Dalam kontingen malam konser itu LPPD Jateng menampilkan cabang-cabang lomba dengan masing-masing membawakan sebuah lagu wajib. Cabang-cabang lomba itu adalah Paduan Suara Anak, Solo Anak 10-13 tahun, Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, Paduan Suara Remaja Pemuda, Vokal Group, Musik Pop Gereja, Paduan Suara Wanita, Paduan Suara Pria, dan Paduan Suara Dewasa Campuran.

Menurut Agus Kandung (61), Pelatih Vokal dan Paduan Suara LPPD Jateng, menilai bahwa secara kualitas teknik tim Jateng memiliki kualitas yang baik dan menjanjikan untuk dapat bersaing meraih predikat terbaik di tingkat nasional. Dengan waktu yang masih sekitar 6 bulan lagi, Agus Kandung berharap tim dapat membenahi detail-detail yang masuk dalam kriteria penilaian penjurian di Pesparawi Nasional nantinya. Agus Kandung yang berpengalaman menjadi juri vokal dan paduan suara tingkat lokal dan nasional ini berharap bahwa kontingen Jateng tidak kalah pentingnya untuk mempersiapkan faktor-faktor non teknis seperti: kesehatan peserta, perubahan cuaca, faktor psikologis peserta serta fighting spirit.

“Kesiapan tim jika diprosentasekan sudah 75%,” demikian ujar Agus Kandung yang tinggal di Semarang ini.
(Suyito Basuki)













