FKUB Klaten Gelar Buka Puasa Lintas Agama, Perkuat Komitmen Merawat Kerukunan

Peristiwa282 Dilihat

KLATEN – wartaintegritas.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, K.H. Syamsuddin Asyrofi, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama pengurus FKUB Kabupaten Klaten dengan tokoh lintas agama serta Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Perempuan Kabupaten Klaten merupakan ikhtiar bersama dalam merawat kerukunan.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi usai acara buka puasa bersama dan silaturahmi yang digelar di Klaten, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, FKUB Kabupaten Klaten selama ini aktif menjaga keharmonisan melalui pembentukan 401 PKUB di tingkat desa/kelurahan serta 26 PKUB di tingkat kecamatan se-Kabupaten Klaten. Upaya tersebut menjadikan Klaten sebagai percontohan nasional dalam penguatan toleransi antarumat beragama.

“Prestasi ini diakui dengan raihan Harmony Award 2025, yang menegaskan komitmen FKUB, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga toleransi untuk mewujudkan Klaten yang aman, damai, serta harmonis,” ujarnya.

Ia menambahkan, komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput. Tercatat hampir 5.000 tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama terlibat aktif dalam PKUB di 26 kecamatan dan 401 desa/kelurahan.

“Atas inovasi dalam menjaga keharmonisan umat beragama, FKUB Kabupaten Klaten meraih peringkat I Harmony Award 2025. Penghargaan ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya juga diraih pada 2021,” kata Syamsuddin.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Klaten juga telah memfasilitasi berdirinya Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang diresmikan sebagai role model nasional dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, khususnya bagi generasi muda.

Syamsuddin menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara FKUB, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebhinekaan.

“Upaya ini bertujuan memastikan setiap kontestasi sosial maupun politik berjalan damai serta memperkokoh persatuan di Kabupaten Klaten,” tegasnya.

Ia juga menilai kehidupan beragama di Kabupaten Klaten selama ini berlangsung dengan penuh toleransi dan kondusif. Kebersamaan dalam berbuka puasa bersama tokoh dari berbagai latar belakang agama menjadi sarana menghilangkan stereotipe akibat kurangnya pemahaman terhadap karakteristik masing-masing agama.

“Selain acara buka puasa untuk menjalin hubungan harmonis antarumat beragama di Klaten, masih banyak ruang diskusi dan pertemuan lain dengan tokoh lintas agama,” terangnya.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB serta pengurus PKUB Perempuan Kabupaten Klaten.

Menghadapi dinamika situasi belakangan ini, Syamsuddin menegaskan keberadaan FKUB dan PKUB sangat penting sebagai sarana komunikasi dalam menjaga kerukunan, baik intern maupun antarumat beragama.

“Insya Allah keberadaan PKUB dan FKUB menjadi sarana komunikasi dalam mewujudkan dan merawat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Klaten ini,” pungkasnya.

(Dwijonagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *