Festival Bahasa dan Seni 2025: Rayakan Bulan Bahasa dengan Kreativitas dan Literasi Digital

Pendidikan1049 Dilihat

BOYOLALI, wartaintegritas.com – Dalam rangka memeringati Bulan Bahasa, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Boyolali menggelar Festival Bahasa dan Seni (FBS) 2025. Kegiatan ini meliputi sepuluh mata lomba, yaitu baca puisi, cipta puisi, jurnalistik, menulis cerpen, menulis esai, musikalisasi puisi, film pendek, monolog, komik digital, dan desain poster.

Lomba yang diikuti oleh murid-murid SMA negeri dan swasta Boyolali ini dilaksanakan secara daring dan luring, dengan grand final berlangsung di SMAN 1 Ngemplak, Boyolali — yang dikenal dengan sebutan SMANILA The Being School — pada 27 Oktober 2025.

Ketua Panitia, Sugiyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, serta kepedulian terhadap bahasa Indonesia di tengah derasnya arus digitalisasi.

Sementara itu, Ari Solchan, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Boyolali, menyebutkan bahwa tema kegiatan tahun ini adalah “Literasi Bahasa di Era Disrupsi Digital: Bijak Bermedia, Kuatkan Jati Diri.” Ia menambahkan, Festival Bahasa dan Seni tahun 2025 merupakan penyelenggaraan tahun ketiga, dan menjadi agenda tahunan yang terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Tengah, MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA Kabupaten Boyolali, serta Koordinator MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Boyolali.

“Untuk kepentingan penilaian karya dan penampilan peserta lomba, MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Boyolali menggandeng MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Surakarta dan MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Klaten. Hadirnya dewan juri dari Kota Surakarta dan Kabupaten Klaten diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antar-MGMP Bahasa Indonesia dan menampilkan hasil penilaian yang objektif,” ujar Sugiyanto di Ruang Panitia.

Lebih lanjut, Ari Solchan menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini meliputi:

  1. Memberikan pengalaman berkompetisi untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul di bidang seni.
  2. Menumbuhkembangkan etos berkesenian guna meraih prestasi tinggi di kancah internasional.
  3. Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang seni yang berakar pada budaya bangsa.
  4. Membangun persahabatan dan karakter peserta didik yang toleran terhadap keberagaman.
  5. Mempererat persatuan dan kesatuan peserta didik di seluruh Indonesia.

Hasil yang diharapkan dari Festival Bahasa dan Seni 2025, tambah Ari Solchan adalah: 1) tersedianya wadah bagi peserta didik untuk berkreasi di bidang seni; 2) meningkatnya ekspresi seni sesuai dengan norma budi pekerti dan karakter yang berbasis budaya bangsa; 3) meningkatnya kreativitas dan motivasi untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan pada bidang seni; 4) tumbuhnya sikap sportivitas dan kompetitif peserta didik; dan 5) memberikan pengalaman bagi peserta didik untuk memahami makna keberagaman dan perbedaan, khususnya dalam hal seni budaya sebagai kekayaan dan kekuatan bangsa

Dengan semangat literasi dan kreativitas yang tinggi, Festival Bahasa dan Seni 2025 menjadi bukti nyata bahwa bahasa dan seni tetap hidup dan relevan di tengah tantangan era disrupsi digital.

(Purwoto & S. Kristiyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar