Christmas Gathering Keluarga Gembala Klasis Timur GITJ, Capai Pelayanan Lebih Kreatif dan Inovatif

Peristiwa376 Dilihat

SALATIGA, wartaintegritas.com – Bertempat di Griya Sejahtera daerah Kopeng Kabupaten Semarang yang tidak jauh dari kota Salatiga, para rohaniwan yang adalah para gembala Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Klasis Timur adakan natal bersama dan persekutuan yang disebut kegiatan gathering.  Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Klasis Timur ini meliputi wilayah Pati dan sekitarnya.  Dalam lingkungan Sinode GITJ, selain Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Klasis Timur juga terdapat Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Klasis Utara, Tengah, Selatan, Barat, dan Sumatra.

Terdapat 50 orang yang terdiri para gembala gereja, istri dan anak-anak.  Sebagaimana yang disampaikan oleh ketua panitia, Pdt. Bona Effendy, S.Th. bahwa turut sertanya keluarga para gembala gereja ini karena sesuai dengan tujuan diadakannya acara setiap tahun ini, yakni untuk mempererat tali persaudaraan di antara sesama gembala dan keluarga.  Pdt. Bonna Effendy adalah pendeta jemaat yang menggembalakan GITJ Margoyoso Pati.

Saat peserta berdoa (Foto: Yahya K)

Pdt. Em. Suis Iriyanto, M.Th. dalam sambutannya memberi semangat kepada para gembala gereja untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja pada tahun 2026 ini.

“Mari kita tingkatkan kualitas pelayanan di tahun 2026.  Dengan Pelayanan yang lebih baik lagi. Mindset harus diubah sehingga pelayanan bisa menjadi lebih kreatif dan inovastif.  Dengan demikian akan terjadi peningkatan kualitas teologi dan pembinaan terhadap warga gereja,” demikian pesan Suis Iriyanto dalam kapasitasnya sebagai Pengurus Badan Pekerja Sinode bidang Koordinator Klasis Timur GITJ.  Pdt. Em. Suis Iriyanto, M.Th. saat ini melayani sebagai tenaga Pendeta Konsulen di GITJ Mencolo Pati.

Khusuk satukan hati (Foto: Yahya K)

Pdt. Em. Drs. Suyito Basuki, M.Th dalam renungan natal yang mengambil tema “Keluarga yang Melayani dengan Kerendahan Hati,” berdasarkan nas Markus 10:45 mengajak supaya keluarga gembala melakukan pelayanan lebih dahulu secara internal dalam keluarga masing-masing.  Dikatakannya berdasar Kolose 3:18-21, “Seorang istri harus menundukkan diri kepada suami, suami harus mengasihi istri dan tidak berlaku kasar kepadanya, anak-anak harus taat kepada orang tua dalam segala hal, serta orang tua (bapa-bapa) tidak boleh menyakiti hati anaknya supaya mereka tidak tawar hati.  Dengan melakukan ketentuan-ketentuan tersebut, maka secara internal sebuah keluarga sudah melakukan melayani satu sama lain,” demikian ujar Suyito Basuki yang saat ini melayani di GITJ Winong Pepanthan Salatiga.

Fokus pada acara (Foto: Yahya K)

Kemudian disampaikan lebih lanjut, “Keluarga secara eksternal hendaknya juga melayani sesama dengan rendah hati.  Tuhan Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan melayani, bahkan memberikan nyawanya untuk menjadi tebusan bagi banyak orang adalah teladan utama dalam hal ini.  Tuhan Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah, melainkan telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia, merendahkan diri, hingga mati di kayu salib,” demikian Suyito Basuki yang sebelumnya melayani sebagai gembala jemaat aktif di GITJ Kedung Penjalin Jepara.

Mendengar uraian bersama keluarga (Foto: Yahya K)

“Dengan mencontoh pelayanan Tuhan Yesus, hendaknya kita melayani dengan rendah hati dan jangan selalu berharap mendapatkan keuntungan material dalam pekerjaan ini.  Bahkan mungkin justru rugi dalam banyak hal karena pengorbanan-pengorbanan yang kita lakukan,” demikian Suyito Basuki mengingatkan.  

Setelah acara ibadah natal, acara dengan gathering yang juga bertujuan refreshing ini dilanjutkan dengan kegiatan adventure dengan naik jeep di area Pemandian Muncul Kabupaten Semarang.  

(Yahya Kumarawangi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *