“International Day for Failure”, Melihat Kegagalan dengan Semangat Baru

Oleh: Suyito Basuki *)

KAB. SEMARANG, wartaintegritas.com – Hari Senin kemarin, 13 Oktober 2025 ternyata hari International Day for Failure atau Hari Kegagalan Sedunia!  Jujur saya baru tahu kalau ternyata ada hari ‘kegagalan’ yang diperingati seluruh dunia hari ini.

Menurut Kompas.com yang mengutip dari National Today, hari International Day for Failure terinspirasi dari gagasan sekelompok mahasiswa di Aalto University Scool of Economics Helsinki yang ingin mengubah pandangan kegagalan dengan paradigma baru. (Kompas.com 14/10/2025)

Kegagalan menurut sekelompok mahasiswa tersebut tidak dilihat sebagai hal yang memalukan tetapi justru semangat untuk mencoba hal yang baru yang pada akhirnya mencapai suatu keberhasilan.

Lawan Tragis Kegagalan

Kegagalan seseorang bisa terjadi karena berbagai bidang.  Kegagalan dalam bisnis, menjalin relasi, mempertahankan prinsip hidup, berkarier, studi dan lain-lain.  Berbagai cara orang menyikapi kegagalan tersebut.  Pernah ada seorang remaja putri di daerah Jawa Timur yang melompat ke sungai dari sebuah jembatan, mengakhiri hidupnya, gara-gara diputus cinta oleh pacarnya.  Banyak sekali kita juga mendengar orang yang bunuh diri karena terlilit pinjol  dan lain-lain.

Melangkah terus, jangan berhenti pada kegagalan (Foto: National Today)

Itu adalah contoh-contoh kisah tragis sebuah kegagalan.  Peringatan hari International Day for Failure secara global memberi sebuah inspirasi bahwa setiap orang di belahan bumi mana pun hendaknya memiliki sebuah pemikiran bahwa kegagalan hidup tidak melulu kita sendiri yang pernah atau sedang mengalami, tetapi semua orang pernah mengalaminya.  Dengan demikian semangat untuk bangkit, memperbaiki diri dan cara berlaku hidup adalah usaha selanjutnya untuk melwati kegagalan menuju hidup sukses dan berhasil.

Sukses Lewati Kegagalan

Kita semua tentu mengenal Thomas Alva Edison, bapak penemu lampu pijar atau lampu listrik.  Ada informasi yang menyebut bahwa kegagalan Thomas Alva Edison itu antara kisaran 1000 hingga 10.000 kali.  Edison memandang kegagalannya bukan dengan cara pandang tragis, tetapi optimis.  Dia melihat peluang-peluang baru dalam setiap kegagalannya untuk kemudian kembali bereksperimen sehingga keberhasilan yang ia impikan terwujud.

Di alkitab ada kisah Raja Daud yang pernah merasa gagal hidupnya.  Perselingkuhannya dengan Betsyeba ditegur Tuhan melalui Nabi Natan.  Perselingkuhannya telah membawa korban dengan kematian Uria, suami Betsyeba.  Tega-teganya Daud mengutus Uria ke medan laga dan menyuruh panglimanya supaya Uria ditempatkan di fornt depan sehingga gugurlah Uria.  Dengan demikian Daud kemudian melenggang mengambil Betsyeba menjadi istrinya.

Mendapat teguran keras, Daud menyesal dan memperbarui sikap hidupnya yang keliru.  Terbukti setelah itu, Daud tidak lagi melakukan perselingkuhan dengan istri orang atau pun gadis yang ia temui meski kehidupannya menanjak, semakin berkuasa sebagai seorang raja karena  Daud selalu mengalahkan musuh-musuhnya dalam peperangan.

Mohon dukungannya (Advertorial: Pewarna Jateng)

Yuuk lawan kegagalan.  Barangkali kita sedang atau pernah gagal.  Jangan putus asa ya.  Terimalah kegagalan itu dan bangkitlah.  Ada pepatah Life Must Go On hidup akan terus berlanjut.  Melihat peluang-peluang yang baru, mencobanya dan terus mencobanya niscaya akan membawa sebuah keberhasilan dalam kehidupan kita!

Selamat merayakan hari International Day for Failure Hari Kegagalan Sedunia!

*) Penulis menyelesaikan S1 di FKIP UNS Prodi Bahasa & Sastra Indonesia dan S2 theologia di STII Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *