Film Dracula: A Love Tale Sepi Penonton Efek Demo?

SEMARANG, wartaintegritas.com – Saya sudah menonton film Dracula. Suasana bioskop tempat saya menonton sepi. Bahkan di ruangan jatah film itu diputar yang menonton hanya 4 (empat orang) termasuk saya dan istri. Saya sudah menduga pasti efek demo di sekitar Jl Pahlawan Semarang.

Kisah Dracula kali ini tak terlalu menakutkan. Tidak membuat orang terkaget-kaget. Sebaliknya mengungkap sisi roman antara Count Dracul dan wanita  yang dicintainya Elizabeta.   Karena harus berangkat perang maka harus meninggalkan istananya di Rumania. Ia menitipkan keselamatan istrinya pada Uskup Katholik di istanyanya.

Ternyata ketika di tengah perang yang dimenanginya ia diberi kabar jika istrinya diserang pasukan musuh. Ia sempat mengejar musuh dan melihat istrinya namun ketika ia melemparkan tombak ke arah musuh yang mencoba membunuh Elizabeta ternyata selain mengenai musuh juga menembus istrinya. Meninggallah Elizabeta.

Sedih campur marah ia kembali ke istana menjumpai Uskup agar Elizabeta dibangkitkan atau ia akan menjadi musuh Tuhan. Endingnya sangat menarik.

Sisi romantis ini sangat menarik. Beda dengan  Dracula versi sebelumnya yang dibintangi Gary Oldman. Pada film Dracula dengan bintang Gary Oldman yang dirilis tahun 1992 itu, meniliki latar belakang lokasi di Inggris dan Rumania abad ke-19.  Film yang dibintangi Gary Oldman ini bercerita seorang vampir yang jatuh cinta kepada Mina Muray yang dibintangi Ryder, tunangan pengacaranya Jonathan Harker yang dilakoni oleh Reeves.  Ketika Dracula mulai meneror teman-teman Mina, Profesor Abraham Van Helsing, seorang vampirisme, dipanggil untuk mengakhiri teror yang menerornya.

Komentar netizen Indonesia tentang “Dracula: A Love Tale” cukup beragam, dengan banyak yang menyoroti fokus pada kisah cinta yang obsesif dan tragis, serta penampilan Caleb Landry Jones yang kuat sebagai Dracula. Namun, ada juga kritik terhadap kurangnya unsur horor dan ketegangan, serta beberapa adegan yang dianggap datar atau kurang kreatif. Beberapa juga memuji sinematografi yang indah dan kehadiran Christoph Waltz yang menambah kedalaman pada film

Oleh: J. Christiono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *