Wastra Nusantara Mendunia: Lurik Prasojo Klaten Membawa UMKM “Naik Kelas”

Peristiwa203 Dilihat

KLATEN, wartaintegritas.com – Perjalanan panjang pelestarian wastra Nusantara kembali menghadirkan kisah inspiratif. Maharani Setiawan, Direktur Lurik Prasojo dari Pedan, Kabupaten Klaten, berhasil membawa lurik naik kelas hingga panggung internasional, sekaligus menjadi motor penggerak ratusan pelaku UMKM mikro di daerahnya.

Motor Penggerak Ekosistem UMKM

Berdirinya Kementerian UMKM yang baru sekitar lima hingga enam bulan terakhir menjadi langkah besar bagi pengembangan usaha kecil di Indonesia. Dalam waktu singkat, Lurik Prasojo terpilih menjadi holding UMKM yang bertugas menggerakkan ekosistem pelaku usaha dari hulu ke hilir.

Mulai dari para penjahit kecil, pembuat aksesori, pembatik, hingga pengrajin ecoprint semuanya dirangkul untuk tumbuh bersama. Di bawah kepemimpinan Maharani selama 15 tahun terakhir, lurik tidak hanya diproduksi, tetapi dikembangkan menjadi produk yang dinamis mengikuti kebutuhan pasar global.

Menembus Pasar Internasional dan Standar Modern

Melalui pendampingan Kementerian UMKM, Lurik Prasojo bahkan telah terbang hingga Osaka mengikuti World Expo, sebuah ajang internasional yang hanya digelar lima tahun sekali. Kesempatan ini membuka wawasan baru mengenai karakter pasar luar negeri dan tren global.

Tak hanya itu, pada ajang Indonesia Global Halal Fashion di bulan September, Lurik Prasojo menjadi satu-satunya pengrajin yang juga bertindak sebagai desainer. Mereka menampilkan lurik berbahan benang bersertifikat halal dan pewarna alami, sekaligus menunjukkan bahwa wastra tradisional dapat memenuhi standar industri fashion modern.

Adaptasi Kunci Sukses di Panggung Dunia

Perjalanan Lurik Prasojo sendiri mengalami transformasi besar antar generasi. Jika generasi pertama dan kedua hanya fokus pada produksi tanpa ritel, generasi ketiga yang kini dipimpin Maharani mulai membuka showroom, merambah fashion, dan mengembangkan strategi pemasaran lebih luas. Perubahan inilah yang membuat lurik dikenal bukan hanya sebagai kain, tetapi sebagai gaya hidup.

Ketika mengikuti London Fashion Week, Maharani melakukan adaptasi cerdas. Ia menyesuaikan lurik dengan tema autumn-winter dengan teknik penenunan yang lebih tebal untuk menghasilkan bahan yang sesuai iklim dingin. Hasilnya justru mendapat sambutan luar biasa, dan permintaan ekspor untuk produk fashion lurik pun meningkat, membuktikan wastra Indonesia mampu bersaing.

Berbagai tema kreatif terus dihadirkan dalam setiap fashion show, seperti pada Jogja Fashion Week dengan tema Safari Jungle, yang membuktikan bahwa lurik bisa tampil modern, dinamis, dan dapat dikenakan oleh semua usia. Inovasi warna yang cerah serta kombinasi motif yang berani dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap selera pasar internasional.

Konsistensi Inovasi adalah Tantangan

Namun demikian, Maharani menegaskan bahwa tantangan terbesar adalah konsistensi inovasi. Menurutnya, pelaku UMKM harus memahami kebutuhan pasar luar negeri tanpa meninggalkan identitas budaya yang mereka bawa.

“Lurik itu wastra Nusantara paling sederhana. Tugas kami adalah membuatnya naik kelas,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberanian menembus pasar dunia, cerita Lurik Prasojo menunjukkan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain global. Dari Pedan, Klaten lurik kembali bersinar, membawa harapan bagi pelestarian budaya sekaligus masa depan ekonomi kreatif tanah air.


(Dwijonagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *