SALATIGA — wartaintegritas.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga membuka Program Pendidikan Kesetaraan (Kejar Paket) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bekerja sama dengan Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Salatiga, di Aula Rutan pada Rabu (23/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Salatiga mulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh 21 warga binaan dengan penuh antusias. Program Pendidikan Kesetaraan ini diikuti sebanyak 21 WBP. Demikian disampaikan Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, A.Md.I.P., S.H. dalam sambutannya.
“Pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam pembinaan karena mampu membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, dan memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan. Harapannya, seluruh peserta dapat mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi pribadi yang lebih baik, lebih percaya diri, dan siap menjalani kehidupan yang lebih positif setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Anda Tuning.

Ditambahkan, untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan membangun semangat para peserta, juga diberikan “mini games” berupa sesi tanya- jawab. Selain itu disediakan juga ‘voucher telepon’ yang oleh Kepala Rutan sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar mereka.
“Kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh keceriaan. Warga binaan terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pembukaan hingga permainan edukatif yang disiapkan sebagai motivasi agar mereka semakin bersemangat dalam menempuh pendidikan,” ujarnya.
Liawanto, salah satu peserta Program Pendidikan Kesetaraan mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Rutan Salatiga kepada warga binaan untuk kembali mengenyam pendidikan.
“Terus terang, saya senang dan berterima kasih kepada Rutan Salatiga serta SPNF SKB Kota Salatiga yang telah memberikan kesempatan belajar lagi. Program ini menjadi motivasi untuk memperbaiki diri, menambah ilmu, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika nanti kembali ke masyarakat,” tutur Liswanto.
Melalui sinergi bersama SPNF SKB Kota Salatiga, diharapkan Program Pendidikan Kesetaraan dapat berjalan berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas warga binaan. Program ini diharapkan mampu menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, produktif, dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
(Heru Santoso)










