Peresmian TPS 3R di Desa Kemudo: Upaya Nyata Desa Meringankan Beban Sampah

Peristiwa207 Dilihat

KLATEN, wartaintegtitas.com – Desa Kemudo di Kecamatan Prambanan, Klaten, kini memiliki solusi komprehensif untuk masalah sampah lokal.

Fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle(TPS 3R) resmi beroperasi, menandai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mengelola masalah lingkungan secara terdesentralisasi, Selasa (04/11/2025).

Kolaborasi Multisektor Hadirkan TPS 3R

Peresmian TPS 3R Kemudo merupakan buah kolaborasi luar biasa antara berbagai pihak: Pemerintah Daerah Klaten, Pemerintah Desa, BUMDes Kemudo Makmur, perbankan (BNI), dan perusahaan mitra (termasuk PT Dion Pharma dan PT Berlico Mulid Pharma).

Dalam pidato peresmian, Bupati Klaten, Hamenang Fajar Ismoyo memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut bahwa TPS 3R ini berfungsi sebagai filter penting untuk meringankan beban Kabupaten dalam menangani sampah.

“Kami mengapresiasi Desa Kemudo karena sudah paham bahwa ketika desa berkembang, sampahnya makin banyak, sehingga harus dikelola. TPS 3R ini bertujuan agar tidak semua sampah dibawa ke TPA Troketon,” tegasnya.

Kapasitas dan Target Operasional Sosial

Unit usaha yang dikelola oleh BUMDes Kemudo Makmur ini memprioritaskan keuntungan sosial—yakni penyelesaian masalah sampah—dibanding keuntungan finansial semata. Pengelola BUMDes berkomitmen untuk membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada warga sebagai manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah.

Fasilitas yang didanai melalui Bantuan APBD Provinsi sebesar Rp850 juta ini memiliki kapasitas pengelolaan harian hingga 1.000 kg (satu ton) sampah. Untuk tahap awal, TPS 3R melayani 450 pelanggan per hari.

Proses pengelolaannya melibatkan pemilahan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang terdiri atas lima orang:
Sampah organik diolah menjadi kompos.
Sampah anorganik (plastik, kertas) dijual sebagai rosokan untuk menambah nilai ekonomi.

Strategi Jangka Panjang: dari Biopori hingga Upgrade TPA

Pemerintah Kabupaten Klaten tidak hanya fokus pada pembangunan TPS 3R, tetapi juga merancang strategi jangka panjang:

  1. Hilir (Tingkat Kabupaten): Pemerintah sedang berupaya meng-upgrade TPA Troketon. TPA ini akan bertransformasi menjadi Tempat Pengelolaan Sampah Akhir, dilengkapi teknologi untuk menangani lindi (air sampah) dan residu.
  2. Hulu (Tingkat Warga): Langkah selanjutnya adalah edukasi dan sosialisasi kepada warga agar membuat biopori di rumah masing-masing. Biopori berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah organik (sisa makanan, dedaunan), yang secara alami akan menjadi pupuk, mendorong warga untuk menanam kebutuhan pangan sendiri di rumah.

“Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama, karena mengubah kebiasaan lama membuang atau mencampur sampah adalah hal yang sulit,” pungkas Hamenang, menutup acara peresmian.

(Dwijonagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *