Pemkab Klaten Gelar ‘Run for Zero Waste’, Kampanyekan Bebas Sampah Lewat Olahraga

Berita34 Dilihat

KLATEN, — wartaintegritas.com — Memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Klaten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan kegiatan Fun Run 5K bertajuk Run for Zero Waste pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

​Acara yang berpusat di halaman Pemkab Klaten tersebut berlangsung semarak dan dipadati oleh hampir 900 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Selain sebagai sarana olahraga massal, ajang ini digelar sebagai media edukasi publik untuk mengampanyekan pemilahan sampah dan kelestarian lingkungan.

​Kepala DLH Kabupaten Klaten, Srihadi, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, penanganan masalah sampah memerlukan sinergi bersama dan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

​”Melalui kegiatan ini kami mengampanyekan bahwa setiap gerak dan langkah kita harus peduli lingkungan. Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah,” ujar Srihadi di sela-sela acara, Sabtu (8/8/2026).

​Dorong Pemilahan Sampah Mandiri dari Rumah
​Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Klaten mengajak masyarakat untuk memulai gerakan pemilahan sampah mandiri dari tingkat rumah tangga. Langkah ini dinilai sebagai kunci utama untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
​Masyarakat diimbau mengolah sampah organik secara mandiri di rumah, sedangkan sampah anorganik yang bernilai ekonomi dapat disalurkan ke bank sampah.

​”Harapan kami, seluruh masyarakat ikut peduli melalui gerakan pilah sampah dari rumah. Sampah organik diselesaikan di rumah masing-masing, sehingga sampah yang masuk ke TPA nantinya benar-benar hanya residu,” jelas Srihadi.

​Target Klaten Bebas Sampah 2029 dan Strategi Hulu-Hilir
​Pemkab Klaten menetapkan target terintegrasi mewujudkan Klaten bebas sampah (Zero Waste) secara menyeluruh pada tahun 2029. Untuk mencapai sasaran tersebut, DLH Klaten menerapkan strategi pengolahan berjenjang dari hulu, tengah, hingga hilir:
​Sektor Hulu: Edukasi dan pembiasaan masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah organik langsung dari rumah tangga.
​Sektor Tengah: Penguatan peran Bank Sampah dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS3R).
​Sektor Hilir: Pengelolaan residu secara teknis di TPA, termasuk penanganan air lindi untuk mengurangi bau tak sedap.
​Sebagai langkah jangka panjang di sektor hilir, Pemkab Klaten juga mulai menjajaki pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik (waste-to-energy).

​”Ini sudah berproses untuk mengubah sampah menjadi listrik,” pungkasnya.


(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *