SURAKARTA — wartaintegritas.com – Sekitar 2.300 pendidik dan tenaga kependidikan kristiani dari berbagai satuan pendidikan di Kota Surakarta dan wilayah Jawa Tengah VII menghadiri Perayaan Natal Bersama Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, yang diselenggarakan padaJumat, 9 Januari 2026, bertempat diGBI Keluarga Allah, Surakarta.
Praacara ibadah menampilkan karya pelajar Kristen berupa fashion show (SLB Surakarta), jimbe (TK Kristen Manahan), Paduan Suara PKBM Kids Land. Sementara itu, pelajar SMK Negeri 8 Surakarta tampil dalam Opening Celebration Christmas.
Ketua Panitia, Alex Kismanto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah yang memberikan dukungan penuh penyelenggaraan Natal Bersama tahun ini.
“Natal Bersama Umat Kristiani Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah dengan dukungan swadana pendidik dan tenaga kependidikan ini tidak hanya berupa kegiatan ibadah. Program bedah rumah tahun ini dijalankan untuk tiga rumah pendidik atau tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota dan Cabdin VII Jawa Tengah. Sementara itu, beasiswa tahun ini diberikan untuk seratus pelajar dari jenjang TK, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Semoga pada tahun depan dapat digali sumber dana lain sehingga tidak membebani Ibu/Bapak lagi,” tambahnya
Perayaan Natal mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, dengan perenungan firman Tuhan yang diambil dari Matius 1:18–24. Firman Tuhan disampaikan oleh Maria Evi Kartikasari, S.Pd., yang mengajak seluruh hadirin merefleksikan makna kehadiran Allah di tengah dinamika dan pergumulan keluarga.

Dalam khotbahnya, disampaikan konteks tradisi Yahudi tentang kiddushin (pertunangan suci) yang menjelaskan betapa serius dan sakralnya ikatan pernikahan dalam budaya Yahudi. Dari kisah Maria dan Yusuf, jemaat diajak memahami bahwa permasalahan dan konflik keluarga dapat muncul bahkan di tengah keistimewaan dan rencana ilahi, seperti kehamilan Maria yang berasal dari Roh Kudus.
Tanggapan Yusuf terhadap situasi nyata yang penuh konflik menjadi cermin bagi keluarga masa kini. Pesan utama yang ditegaskan adalah bahwa kunci pemulihan keluarga terletak pada intervensi ilahi, yakni ketika Tuhan benar-benar dihadirkan dalam kehidupan keluarga. “Tuhan harus hadir dalam hidup kita, dan Tuhan perlu dilibatkan dalam segala hal,” menjadi penekanan yang menguatkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang hadir.

Rangkaian acara Natal berlangsung khidmat dan semarak, diawali dengan pujian dan penyembahan, penampilan seni dari satuan pendidikan, serta penampilan Paduan Suara PGRI Kota Surakarta (Solo PGRI Choir) dengan persembahan lagu “Sing Alleluia, Clap Your Hands” menambah kekhusyukan suasana. Doa umat dipanjatkan secara khusus bagi bangsa dan negara, dunia pendidikan, para pendidik dan tenaga kependidikan, serta gereja-gereja di Indonesia.
Dalam sesi sambutan, Tarno, M.Pd. selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta, menyampaikan sambutan Wali Kota Surakarta. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama bagi terbentuknya masyarakat yang baik, sekaligus menjadi dasar pembinaan karakter generasi muda.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidik memiliki peran strategis dalam membangun akhlak dan karakter generasi penerus, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada nilai-nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan. Kota Surakarta ditegaskan sebagai “rumah harmoni” bagi seluruh warganya, dengan semangat kebersamaan lintas latar belakang.
Semangat Natal diharapkan menjadi daya dukung nyata dalam membangun Kota Solo sebagai kota yang ramah, inklusif, dan berkeadilan, sejalan dengan nilai kasih, kepedulian, dan pengharapan yang dibawa oleh peristiwa kelahiran Kristus.
Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan, acara juga diisi dengan pemberian beasiswa kepada peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Momentum ini menegaskan bahwa Natal tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan pendidikan.
Perayaan Natal Bersama ini menjadi ruang perjumpaan iman, penguatan peran pendidik, serta peneguhan komitmen bersama untuk terus menghadirkan nilai-nilai kasih Kristus dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat luas, demi masa depan pendidikan dan Kota Surakarta yang semakin berkarakter dan harmonis.
(Purwoto)










