Muhammad Chabib Reza, SMA N 1 Ambarawa Juara III Biolympic Pekan Raya Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Pendidikan34 Dilihat

YOGYAKARTA – wartaintegritas.com – Muhammad Chabib Reza, siswa kelas XII.3 SMA N 1 Ambarawa mendapatkan Juara 3 pada kompetisi Biolympic di Pekan Raya Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.  Himpunan Mahasiswa Program Studi Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menyelenggarakan kompetisi Biolympic Pekan Raya Biologi (PRB) 2026 dengan tema “MicroGenesis: Small Organism, Big Solution”.  Acara yang diadakan Kamis, 17 September 2026 bertempat di Teatrikal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kompetisi dibagi dalam dua tahapan, yakni semifinal dan final.  Di tahapan semifinal, peserta yang terdiri para siswa SMA dari berbagai kota d Indonesia itu diminta untuk mengerjakan tugas, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan panitia.  Pada tahapan final, dipilih 3 orang siswa untuk mengikuti tahapan tersebut.  Mereka menjawab pertanyaan dewan yuri atas soal-soal yang terbagi dalam Soal Wajib, Soal Lemparan, dan Soal Rebutan.

Dalam kompetisi Biolympic tingkat nasional ini pada akhirnya terpilih siswa-siswi yang menjadi juara.  Juara I Elaine Selyna Hartono SMAK Frateran Surabaya Jawa Timur, Juara II Raya AI Baihaqi MAS Unggulan Darul Ulum Rejoso Jawa Timur, dan Juara III Muhammad Chabib Reza, SMA N 1 Ambarawa Jawa Tengah.

Seru saat tahapan final

Selain lomba LCC, Pekan Raya Biologi ini juga mengadakan seminar nasional.  Bahasan seminar adalah Tiny Giants: Harnessing Microbial Innovation for Global Sustainability and Health.  Materi seminar dibawakan oleh Lela Susilawati, S.Pd., M.Si., PhD. dan Dr. dr. R. Ludang Pradipta Rizki, M.Biotech., Sp.MK.

Muhammad Chabib Reza yang sehari-hari akrab dipanggil Reza, tidak menyangka dapat masuk final dan menjadi 3 besar yang akhirnya menjadi juara 3. “Butuh usaha dan waktu yang tidak sedikit, perlu mengorbankan kelas, tugas dan yang lain-lain,” demikian pengakuannya.   

Reza juga menjelaskan kronologi kompetisi.  Tanggal 23 Agustus 2026 babak penyisihan, diikuti 139 siswa dari berbagai kota di seluruh Indonesia, dipilih hanya 10 siswa. Tanggal 30 Agustus 2026 pengumuman hasil penyisihan, 10 siswa masuk semifinal. Reza masuk 10 besar hasil penyisihan.  Tanggal 17 September 2026, tahapan semifinal diikuti 10 siswa.  “Kayak ujian menjawab soal, lumayan gampang dan sedikit analisis, dan saya mendapatkan nilai tertinggi, 71.  Yang sangat sulit justru final khususnya di babak ke dua pada Soal Lemparan, sempat dapat nilai minus,” demikian urai Reza yang mengaku sangat bahagia karena usahanya selama ini dapat membuahkan hasil.

Bersama guru pendamping, Adinda Hapsari dan Erna Widyaningsih

Adinda Hapsari, S.Pd. Gr (25), guru Biologi SMAN 1 Ambarawa yang mendampingi Reza, menyatakan bahwa jauh hari ia telah memiliki ekspektasi bahwa Reza akan berpeluang menjadi juara karena dia melihat kesungguhan Reza dalam belajar.  “Reza mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan aktif bertanya,” demikian Adinda Hapsari memberi kesan terhadap Reza. 

Pengalaman mendampingi siswa dalam lomba merupakan pengalaman pertama kali bagi Adinda Hapsari.  Dari pengalaman tersebut Adinda mengaku bahwa sebagai guru maka dia harus terus belajar.  “Mendampingi siswa mengikuti lomba seperti kemarin, memberi kesadaran bahwa guru harus terus belajar, karena harus mengajar,” demikian ujar Adinda Hapsari.

Turut mendampingi dan memberi suport terhadap Reza, C. Erna Widyaningsih, S.Pd. (57), guru Fisika SMA N 1 Ambarawa.  Erna Widyaningsih adalah pembimbing Reza dalam mengikuti OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). 

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *