Memuliakan Sang Pujangga: Kemenbud Resmikan Pemugaran Makam Ronggowarsito sebagai Episentrum Budaya

Peristiwa336 Dilihat

KLATEN — wartaintegritas.com – Kementerian Kebudayaan secara resmi meresmikan pemugaran Kompleks Makam Raden Ngabehi Ronggowarsito di Klaten, Kamis (22/1). Langkah ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga warisan intelektual sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, menyampaikan bahwa kompleks makam ini bukan sekadar situs pemakaman biasa, melainkan rumah bagi para tokoh besar yang membentuk identitas budaya Jawa.

Lebih dari Sekadar Makam

Basuki menekankan bahwa selain sang pujangga besar Ronggowarsito, kawasan ini merupakan tempat peristirahatan terakhir para pakar di bidangnya, seperti Pangeran Karangayam (pakar keris), Ki Gandasuwara (tokoh karawitan), dan Panjang Mas (tokoh pedalangan).

“Karena nilai historisnya yang sangat tinggi dan usianya yang telah melampaui 50 tahun, kami tengah mendorong kawasan ini untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional,” ujar Basuki dalam sesi wawancara.

Revitalisasi untuk Edukasi dan Ekonomi

Pemugaran ini memiliki tiga tujuan utama yang saling berkesinambungan:

  1. Penghormatan (Memuliakan): Memberikan apresiasi tertinggi atas jasa para tokoh budaya.
  2. Wisata & Literasi: Meningkatkan kenyamanan peziarah serta menyediakan sarana edukasi melalui penambahan catatan literasi karya-karya Ronggowarsito agar nilai-nilainya tetap relevan.
  3. Ekonomi Budaya: Memperbaiki sarana pendukung (seperti toilet dan fasilitas umum) untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui aktivitas wisata religi dan budaya.

Sinergi dan Diplomasi Budaya

Dalam kesempatan tersebut, Basuki juga menyampaikan pesan dari Menteri Kebudayaan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pelestarian budaya tidak dapat berdiri sendiri; diperlukan sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, hingga pusat.

“Warisan budaya ini adalah soft power kita. Melalui pemahaman yang utuh, kita sedang membangun diplomasi kebudayaan di tingkat internasional,” tambahnya. Ia juga menitikberatkan pentingnya keterlibatan Milenial dan Gen Z sebagai generasi penerus agar mereka memiliki kebanggaan dan pemahaman yang proporsional terhadap akar budayanya sendiri.

(Dwijonagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *