KLATEN – wartaintegritas.com — Kabupaten Klaten resmi menjadi tuan rumah perhelatan internasional Inter Hash 2026. Acara yang menggabungkan olahraga lintas alam dengan pariwisata ini diikuti oleh sekitar 2.400 hingga 2.900 peserta dari 45 negara.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini, yang didahului dengan kegiatan di Candi Mendut, Candi Borobudur Magelang, dibuka langsung oleh Bupati Klaten Mas Hamenang Wajar Ismoyo di titik start pertama pukul 10.00 WIB. (Sabtu/9/5/2026).

Inter Hash merupakan olahraga penjelajahan alam yang dapat dilakukan dengan berjalan kaki maupun berlari dengan berbagai kategori jarak tempuh.
Kategori Lomba dan Rute
Koordinator Lapangan Inter Hash 2026, Paulus Singgih Tejo Santoso, menjelaskan bahwa terdapat beberapa kategori yang dilombakan, di antaranya:
- Super Long: Menempuh jarak sekitar 25 kilometer dengan titik finish di Tebing Breksi.
- Reguler (Medium & Long): Menempuh jarak 10 km dan 15 km.
”Tujuannya jelas untuk menjaga kesehatan dan stamina para hasher yang rata-rata berusia di atas tiga puluh tahun, sekaligus memperkenalkan Indonesia, khususnya Klaten, di kancah internasional,” ujar Paulus.
Promosi Sport Tourism
Bupati Klaten menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klaten terus mendorong konsep Sport Tourism sebagai strategi branding daerah. Kehadiran ribuan wisatawan mancanegara ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
”Laporan dari kepala desa menunjukkan bahwa homestay dan guest house di sekitar kawasan ini sudah penuh selama sebulan terakhir. Ini dampak positif yang luar biasa bagi kuliner dan objek wisata kita,” ungkap Bupati. Beliau juga menambahkan bahwa aksesibilitas Klaten yang didukung oleh tiga pintu tol dan kedekatan dengan tempat bandara menjadi nilai plus bagi wisatawan.
Kesan positif datang dari para peserta, salah satunya Aruna (52) peserta asal Malaysia Ia mengaku sangat terkesan dengan keramahan warga Klaten dan kelezatan kulinernya.
”Orangnya semua bagus, ramah, makanannya sedap, hotelnya selera (nyaman). Warganya sangat sopan, selalu menyapa ‘Ya Pak, Ya Bu’. Sangat bagus sekali,” tutur Aruna yang sudah berada di Indonesia sejak hari Kamis (7/5/2026) ia juga menambahkan ” Senang sekali mengikuti Hash ini yang di adakan dua tahun sekali, dan semoga pada tahun 2028 tetap diselenggarakan, belum tahu depan di mana. Semoga saja bisa di Malaysia,” imbuh Aruna.
Hal senada disampaikan juga oleh David, peserta asal Singapura. Meskipun ia mengaku cuaca cukup panas, David sangat menikmati kunjungannya untuk berjalan-jalan dan melihat keindahan candi-candi yang ada di Klaten.
Inter Hash 2026 ini diharapkan mampu memperkuat posisi Klaten sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menyelenggarakan event berskala dunia secara berkelanjutan.
(Benyamin Hadinagara)
















