(Roma 8:35-39)
Oleh: Suyito Basuki *)
Pernahkah di situasi yang “kalah”? Sulit melepaskan diri dari hal negatif yang membelenggu? Suatu ketika ada seorang bapak dari gereja kami datang menghampiri saya. Tangannya gemetar, dia berkata “Pak Pendeta ijinkan saya minum-minuman keras, karena kalau tidak minum, seperti ini keadaan saya.” Saya bertanya kepadanya,”Sampai kapan Anda akan terus seperti ini?”
Ini hanya sebuah contoh bagaimana seseorang dalam situasi “kalah” dan menyerah kepada keadaan negatif yang membelenggunya. Kadang kita mendengar ada orang yang suka marah berkata,”Saya ya seperti ini, inilah saya.” Sebenarnya ini ungkapan bagaimana dia dalam situasi “kalah” dan tidak mampu keluar dari situasinya untuk menjadi lebih baik.
Dalam Roma 8:37, Rasul Paulus berkata,”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” Kata “lebih dari pada orang-orang yang menang” dalam bahasa aslinya hupernikomen bisa diterjemahkan “super menang”. Beberapa alkitab bahasa Inggris menerjemahkan dengan kata “more than conquerors” (KJV) yang berarti lebih dari para pemenang atau penakluk.
Begitu tingginya nilai hidup kita karena tergolong orang-orang bukan saja yang menang tetapi adalah lebih dari pada orang-orang yang menang. Jika dalam pertandingan bola piala dunia kemarin yang dimenangkan Spanyol saat final melawan Argentina, maka kita lebih dari pada Spanyol!
Pengertian itu sulit dipahami karena kita tidak berbuat apa-apa tetapi mempunyai nilai setinggi itu. Alkitab bahasa Inggris banyak yang menerjemahkan bahwa kemenangan kita itu karena kemenangan Yesus yang mengasihi kita. (But in all these things we more than conquer through Him who loved us. MKJV)
Yesus telah menang dalam menghadapi penderitaan dan kematian. Penyaliban-Nya adalah bukti kemenangan atas penderitaan. Kebangkitan-Nya bukti kemenangan atas kematian. Sehingga kepada-Nya diberikan nama segala nama dan segala yang di langit maupun di bumi bertekuk lutut di hadapan-Nya. (Filipi 2:9-10)
Hidup kita yang ada di dalam Dia dan Dia di dalam hidup kita, menjadikan kita orang-orang yang turut dalam kemenangan itu. Yesus menang kita juga menang. Yesus lebih dari pemenang kita juga demikian!
Oleh karena itulah Paulus berkeyakinan dan itu juga keyakinan kita, bahwa tidak ada kondisi, pribadi atau lembaga dan kuasa yang bisa memisahkan kita dari persekutuan kita dengan Tuhan (ay. 35-36, 38-39) karena sebuah fakta bahwa kita adalah orang yang lebih dari pada pemenang seperti halnya Paulus.
Oleh karena itu tidak ada alasan bagi orang percaya dalam situasi “kalah” terus menerus. Mental pemenang harus dibangkitkan, karena sebagai pemenang itulah hakekat kita orang percaya. Berubahlah dan bangkitlah!
*) Penulis tinggal di Ambarawa
















