Matius 28:1-10
Oleh: Suyito Basuki*)
Kebangkitan Yesus adalah sebuah kemenangan! Lihatlah alurnya: Yesus menderita dan disalibkan, mati dan dikuburkan. Ini tidak sesuai dengan harapan para murid-Nya. Mereka berharap mesias adalah seseorang yang bisa mengentaskan mereka, orang-orang Yahudi dari penjajahan Romawi. Sebagaimana nubuatan nabi, mesias akan mendirikan kerajaan di bumi. (Maz. 2:7-9, Yes. 53:12, Kis. 1:6)
Tapi mengapa kemudian disalib dan mati? Para murid melupakan apa yang pernah Yesus katakan kepada Petrus tentang mesias yang harus menderita? Mereka juga melupakan perkataan Yesus bahwa mesias akan mati tetapi kemudian akan bangkit lagi pada hari ketiga. Yesus pernah pula mengumpamakannya dengan Yunus saat di perut ikan. (Mat. 16:21, 12:40)
Tetapi jawab malaikat bahwa Yesus telah bangkit. “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring…” (ay. 5-6)
Terhadap perintah malaikat selanjutnya, perempuan-perempuan itu segera pergi ke kubur kemudian dengan hati yang takut dan suka cita besar, mereka memberitahukannya kepada para murid. ““Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus” (ay. 8). Hati yang takut karena mereka berhadapan dengan malaikat dan kisah kebangkitan itu menggetarkan, belum pernah terjadi. Suka cita besar karena mereka akan dapat lagi bertemu dengan guru mereka dan mereka akan menjumpai hal-hal lain dari perjumpaan dengan guru mereka.
Ucapan syukur tentunya dinaikkan oleh para murid tersebut. Bisa juga mereka mengingat sebuah mazmur: “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” (Maz. 118:1-2) Ada pengharapan baru, seperti pengharapan Yeremia, kembali bersatunya Allah dengan umat-Nya, sehingga timbul sorak sorai kegembiraan di hati umat-Nya. (Yer. 31:1-7)
Kebangkitan Kristus adalah kemenangan kita. Tidak sepantasnyalah kita bersedih hati dan kehilangan pengharapan menghadapi berbagai pencobaan di dunia ini. Melainkan tetaplah kita optimis, bahwa Yesus telah bangkit. Penyertaan-Nya dalam kehidupan kita memberi kemampuan sehingga kita bisa lewati segala tantangan kehidupan kita!
*) Penulis tinggal di Ambarawa
















