Kemenag Klaten Gelar Pembinaan Guru Agama Katolik: Tekankan Integritas, Etos Kerja, dan Keterlibatan Sosial

Peristiwa380 Dilihat

​KLATEN — wartaintegritas.com — Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama Kabupaten Klaten menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pembinaan bagi Guru Pendidikan Agama Katolik se-Kabupaten Klaten pada Jumat (22/5/3026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kemenag Klaten ini diikuti oleh sekitar empat puluh guru dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga SMK, baik yang berstatus PNS, PPPK, maupun guru yayasan.

​Integritas dan Kebahagiaan dalam Bekerja

​Dalam sesi pembinaan, Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Klaten, A. Didik Deniarto, menekankan pentingnya menumbuhkan integritas dalam keseharian seorang pendidik. Menurutnya, integritas sejati tercermin dari keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan.

​”Contoh konkret dari integritas ini adalah disiplin waktu. Guru harus menjadi teladan, baik saat masuk kelas untuk mengajar maupun dalam menyelesaikan segala administrasi sekolah tepat waktu,” tegas Didik.

​Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Klaten, Agus Susanto, yang hadir mewakili Kepala Kemenag, mengajak para guru untuk senantiasa menciptakan suasana bahagia dalam bekerja. Ia meyakini bahwa aura positif dari guru akan berdampak langsung pada kualitas belajar-mengajar.

​”Jika gurunya bahagia, kebahagiaan itu akan menular kepada siswa. Proses pembelajaran pun otomatis akan menjadi jauh lebih menyenangkan,” ujar Agus. Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dengan mengajak para guru datang lebih awal dan pulang sesuai jam kerja yang berlaku.

​Aktif Melayani di Gereja dan Masyarakat

​Selain tugas formal di sekolah, Agus Susanto juga mendorong para guru agama Katolik untuk ambil bagian secara aktif dalam pelayanan publik, baik di lingkungan gereja maupun di tengah masyarakat luas.
​Di ranah gereja, guru diharapkan dapat mengambil peran sebagai katekis atau pendamping bagi anak-anak dan remaja Katolik. Sedangkan di lingkungan tempat tinggal, mereka diimbau tidak ragu untuk terlibat dalam kepengurusan struktural warga.

​”Guru agama harus menjadi garam dan terang. Bisa terlibat aktif menjadi ketua RW, ketua RT, pengurus PKK, atau peran kemasyarakatan lainnya,” tambah Agus.

​Persiapan Lomba Magkat dan Paskah 2027

​Usai sesi pembinaan, agenda dilanjutkan dengan agenda strategis berupa pembentukan panitia lomba Mata Pelajaran Agama Katolik (Magkat) untuk tingkat SD dan SMP.

​Lomba Magkat ini direncanakan bergulir pada bulan September 2026 mendatang, bertepatan dengan momen Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang dirayakan oleh umat Katolik. Adapun cabang lomba yang akan dipertandingkan meliputi:

  1. ​Cerdas Cermat Kitab Suci
  2. ​Lomba Mazmur
  3. ​Lomba Bercerita Tokoh-Tokoh Kitab Suci.

​Selain persiapan Magkat, forum rakor ini juga berhasil membentuk kepanitiaan untuk menyambut agenda besar keagamaan berikutnya, yakni perayaan Paskah 2027 tingkat Karesidenan/Kevikepan Surakarta.

(Fx. Pardiman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *