KLATEN — wartaintegritas.com — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., menggelar kegiatan Sambung Rasa bersama warga Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Jumat (2/10/2026).
Dalam forum dialog yang berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Gemblegan tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyerap berbagai persoalan krusial warga mulai dari penanganan sampah, hambatan irigasi, hingga kebutuhan armada darurat.
Kegiatan silaturahmi ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Gemblegan dan sejumlah kelompok masyarakat untuk menyampaikan secara langsung hambatan pembangunan di wilayah mereka.
Pj. Kepala Desa Gemblegan, Kumpul Hartadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran jajaran Pemkab Klaten di tengah-tengah warga. Ia menyoroti beberapa permohonan utama, salah satunya penyelesaian gedung pertemuan yang tengah berjalan.
”Alhamdulillah, Pak Bupati berkenan ‘rawuh’ di Sambung Rasa di Desa Gemblegan ini. Tadi ada banyak masukan, usulan, dan aspirasi dari masyarakat kepada Pak Bupati,” ujar Kumpul Hartadi usai acara.

Kumpul berharap dorongan anggaran dari Pemkab Klaten dapat merealisasikan fasilitas umum tersebut dalam waktu dekat. “Kita berharap semoga usulan dan aspirasi dari warga Desa Gemblegan ini bisa segera terealisasi di tahun 2026 ini. Tetapi kalau tidak bisa di tahun ini, semoga bisa dianggarkan di tahun 2027 nanti,” tambah Kumpul.
Soroti Sampah Pasar Gentongan dan Hambatan Irigasi
Selain fasilitas gedung, persoalan sampah rumah tangga menjadi isu hangat yang diangkat warga. Tumpukan sampah liar kerap ditemukan di tepian jalan raya sebelah barat Pasar Gentongan, meski pihak desa telah memasang jaring dan spanduk larangan. Warga pun mendorong percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Di sisi lain, sektor pertanian turut menyampaikan kendala infrastruktur. Kelompok tani Desa Gemblegan mengeluhkan aliran irigasi yang terhambat akibat pembangunan talud yang tertunda dan terhalang bangunan milik warga setempat.
Sementara dari sektor kemanusiaan, Forum Relawan Kalikotes (Foreka) menyuarakan pentingnya pengadaan mobil ambulans siaga. Armada alternatif ini dinilai sangat vital untuk mengantisipasi tingginya mobilisasi darurat ketika ambulans Puskesmas Kalikotes sedang bertugas di tempat lain.
Anggaran Ditentukan
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan commitment Pemkab Klaten untuk menampung seluruh masukan. Namun, ia menekankan bahwa eksekusi lapangan tetap mengacu pada mekanisme penganggaran dan skala prioritas.
”Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat kita tampung. Ada yang mungkin bisa kita penuhi tahun ini, tetapi ada juga yang memang membutuhkan perencanaan dan penganggaran untuk tahun-tahun berikutnya,” tegas Hamenang di hadapan warga.
Khusus untuk penanganan sampah melalui TPS3R, Hamenang menginstruksikan Pemdes Gemblegan untuk segera mengambil langkah taktis tingkat desa terkait penyediaan lahan.
”Untuk TPS3R, desa musyawarah dulu, siapkan lahannya. Setelah itu nanti bisa diajukan ke Dinas PUPR (maupun Dinas Lingkungan Hidup),” kata Hamenang memberikan arahan teknis.
Mengenai kelanjutan pembangunan talud irigasi pertanian, Bupati memerintahkan dinas terkait melakukan kajian teknis di lapangan sebelum mengunci skema anggaran.
”Untuk talud nanti kita lihat dulu kondisinya seperti apa. Kalau memang belum bisa diselesaikan tahun ini, bisa kita anggarkan untuk pembangunan tahun 2027,” pungkasnya.
Dekatkan Pelayanan Publik dan Bantuan Sosial
Tidak hanya menjadi ajang penyaluran suara warga, rangkaian Sambung Rasa ini juga menghadirkan pelayanan publik terpadu di tempat (on-site).
Pemkab Klaten memboyong RSUD Bagas Waras untuk pemeriksaan kesehatan gratis, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk pengurusan adminduk, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta DPMPTSP untuk perizinan usaha dan pembuatan paspor.
Pada akhir acara Bupati Hamenang menyerahkan bantuan sosial sembako dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMD Klaten, serta menyalurkan beasiswa pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Klaten bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
(Benyamin Hadinagara)










