Kejar Target 10,5 Juta Ton Padi, Jateng Siagakan 17 Ribu Pompa Air Hadapi Kemarau Panjang

Peristiwa76 Dilihat

​SUKOHARJO – wartaintegritas.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat mengamankan target produksi padi nasional tahun 2026 sebesar 10,5 juta ton. Menghadapi ancaman musim kemarau panjang, Pemprov Jateng langsung menyiagakan belasan ribu pompa air untuk memastikan sawah para petani tidak kekurangan pasokan air.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri kegiatan Panen Raya Padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6/2026).

​”Jawa Tengah hari ini sudah menyumbang 6,69 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Kita punya target daerah 10,56 juta ton tahun ini. Target harus kita penuhi di akhir tahun,” ujar Luthfi di sela-sela kegiatannya mencoba langsung mesin combine harvester bersama petani setempat.

​Instruksi Khusus untuk Kepala Daerah

​Luthfi menyadari tantangan paruh kedua tahun 2026 tidaklah mudah, terutama dengan adanya prediksi kemarau panjang. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk segera melakukan pemetaan (mapping) wilayah rawan kekeringan.

​”Ke depan tantangannya adalah perubahan musim. Seluruh kepala daerah harus mapping wilayah terdampak agar target swasembada pangan kita tidak meleset,” tegasnya.

​Sebagai langkah konkret mitigasi, Pemprov Jateng telah menyiapkan strategi terintegrasi, mulai dari program pipanisasi, sumurisasi, hingga optimalisasi sumber air baku. Tak tanggung-tanggung, sekitar 17 ribu unit pompa air siap didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

​”Prinsipnya, yang penting air sampai ke sawah dan kebutuhan petani terpenuhi,” tambah Luthfi menanggapi keluhan petani terkait air untuk Musim Tanam Ketiga (MT III).

​Kabar Baik dari BBWS Bengawan Solo

​Kekhawatiran petani Sukoharjo sedikit mereda setelah Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Sungai BBWS Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, memastikan pasokan irigasi aman.

​”Tidak ada rencana penutupan aliran irigasi untuk wilayah Bendosari dan sekitarnya hingga Oktober 2026. Jadi, air untuk MT III tetap terjaga,” terang Rizhali.

​Di sisi lain, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengapresiasi kerja keras para petani yang menjadi garda terdepan ketahanan pangan. Meski Pemkab Sukoharjo terus menggelontorkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan perbaikan infrastruktur, ia berharap sinergi dengan Pemprov Jateng terus diperkuat.

​”Dukungan dari pemerintah provinsi tetap sangat kami harapkan agar pemenuhan kebutuhan fasilitas bagi petani di daerah bisa berjalan lebih optimal,” pungkas Etik.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *