HUT YPTKSW ke-70 Dirayakan Sederhana di Panti Asuhan Salib Putih Salatiga

Berita168 Dilihat

SALATIGA – wartaintegritas.com – Bertempat di Panti Asuhan Salib Putih Salatiga, Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), Selasa 3/20/2026 mengadakan peringatan Hari Ulang Tahun yang ke-70.  Acara yang diselenggarakan secara sederhana itu diadakan bersama dengan anak-anak panti asuhan, undangan yang hadir mewakili unit-unit yang dikelola YPTKSW yakni UKSW, Sekolah Lab. UKSW.  Hadir juga perwakilan keluarga pendiri Yayasan Sosial Salib Putih Probowinoto,  para pengelola Yayasan Sosial Salib Putih dan utusan gereja-gereja di Salatiga.

Pdt. Sundoyo, S.Si., M.B.A., dalam renungan yang mendasarkan pada tema “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan” (Amsal 1:7a) menyampaikan perlunya hidup dalam ketertundukan kepada Allah.  “Kita hidup hendaknya didasarkan pada kesadaran otoritas Allah. Takut akan Tuhan berarti hidup dengan menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan,” demikian ujar Pdt. Sundoyo yang menggembalakan jemaat GKJ Brayat Kinasih Yogyakarta.

Pdt. Sundoyo sat sampaikan renungan (Foto: Suyito Basuki)

Selanjutnya Pdt. Sundoyo yang saat ini menjabat sebagai Ketua Sinode GKJ periode 2023-2027.berharap kepada anak-anak panti asuhan supaya hidup dengan memancangkan cita-cita setinggi bintang dan tetap hidup dalam lingkungan yang baik, belajar dengan sungguh-sungguh, serta tetap berdoa.

Jefrrei Lempas, Ketua YPTKSW dalam sambutannya berharap peringatan HUT ke-70 ini dapat menjadi sarana evaluasi, apakah tujuan pendidikan yang dicanangkan oleh pendiri sudah tercapai atau belum.

Prof. Eko bagikan door prize (Foto: Suyito Basuki)

“Usia yayasan yang mencapai 70 tahun adalah periode dewasa dan matang. Secara alkitab umur ini adalah periode memenuhi janji.  Dengan demikian saat ini kita akan melihat tujuan pendidikan apakah sudah tercapai? Pada kesempatan ini kita kembali mengambil nilai-nilai awal pendirian Perguruan Tinggi untuk penguatan,” demikian Jefrrei yang menjadi Ketua YPTKSW sejak pertengahan tahun 2024.  Jefrrei juga berharap unit-unit yang berada di bawah YPTKSW solid dalam mencapai tujuan didirikannya lembaga-lembaga pendidikan itu.

Anak-anak panti mendapatkan bingkisan dari YPTKSW (Foto: Suyito Basuki)

Menanggapi kabar ditolaknya gugatan ke MA terkait masalah yang saat ini membelit YPTKSW, Jefrrei mengatakan akan menunggu pemberitahuan lebih dulu dari kuasa hukumnya.

“Keputusan itu baru di MA dan baru di direktori secara formal kami belum menerima putusan itu.  Kita kan punya lawyer yang belum dapat keputusan itu jadi kita masih menunggu, baru nanti setelah diterima akan dipikirkan langkah-langkah hukum seperti apa.  Kalau itu bagian dari resiko putusan, lembaga harus menanggung.  Tetapi kalau ada bukti-bukti baru yang meringankan lembaga, kita akan mengajukan bukti baru itu,” demikian Jefrrei menanggapi.

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *