PALANGKARAYA, wartaintegritas.com – Hakim Konstitusi Dr. Daniel Yusmic P Foekh, S.H., M.H menerima penghargaan sebagai Figur Hukum yang Berdampak bagi Masyarakat Nasrani dalam acara Apresiasi Pewarna Indonesia (API) 2025 yang digelar di Kalimantan Tengah. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang juga mencakup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 yang berlangsung pada 12–15 November.
Penyerahan penghargaan secara resmi dilaksanakan pada 12 November di Aula Jaya Tingang Lt.1, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah yang turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, jajaran Forkopimda, pejabat daerah, tokoh agama, lembaga, serta perwakilan pengurus Pewarna Indonesia dari berbagai provinsi. Karena berhalangan hadir, Daniel Yusmic P Foekh kemudian menerima penghargaan tersebut pada 14 November di sela-sela agenda Rakernas di Aula Eka Hapakat Lt.3 Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Daniel Yusmic P Foekh mengaku tidak menyangka akan menerima apresiasi tersebut.
“Saya agak kaget ketika dihubungi Pak Yusuf dan tidak pernah menyangka bakal menerima penghargaan ini,” ujarnya sambil tersenyum. Ia menuturkan bahwa dirinya telah mengenal Pewarna Indonesia sejak lama, namun tidak mengetahui adanya bentuk apresiasi seperti ini sebelum dihubungi oleh Ketua Umum Pewarna.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelum menerima penghargaan, ia melakukan pertimbangan matang bersama staf dan para asisten alumni hakim, khususnya terkait aspek etika karena ia masih aktif menjabat sebagai hakim konstitusi.
Menurutnya, menjaga independensi Mahkamah Konstitusi (MK) adalah hal penting, mengingat lembaga tersebut memiliki kewenangan menguji undang-undang terhadap UUD 1945, termasuk Undang-Undang Pers yang mengatur profesi wartawan.
“Saya khawatir apakah menerima penghargaan ini akan menimbulkan konflik kepentingan. Meskipun sekarang hakim bisa menggunakan hak ingkar, namun saya tetap mempertimbangkan bagaimana menjaga marwah Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.
Meski demikian, Daniel Yusmic P Foekh menyampaikan terima kasih dan menilai penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus bekerja profesional di tengah dinamika hukum dan kehidupan berbangsa.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pewarna Indonesia atas penghargaan ini. Semoga menjadi berkat bagi kita semua,” tutupnya.
Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, S.H., M.H., adalah figur berpengaruh di bidang hukum sebagai Hakim Konstitusi Republik Indonesia sejak tahun 2020. Jabatannya di Mahkamah Konstitusi menempatkannya pada posisi sentral dalam menjaga supremasi konstitusi dan hak-hak fundamental warga negara.
Peran Daniel Yusmic bagi masyarakat Kristen melampaui tugasnya di MK. Ia merupakan akademisi yang aktif di berbagai organisasi Kristen, seperti Majelis Pendidikan Kristen (MPK), Yayasan Komunikasi Bina Kasih, dan Komisi Hukum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Keaktifan ini menunjukkan komitmennya dalam menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi dengan kehidupan keumatan. Dalam dialog dengan ormas Kristen, ia sering menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai konstitusi dan memupuk toleransi serta kerukunan sebagai wujud nyata living constitution di tengah masyarakat yang majemuk. Pengalaman dan posisinya memberikan kontribusi penting dalam memastikan hak-hak konstitusional minoritas terlindungi.
Sebelumnya figur hukum yang dinominasikan selain Daniel Yusmic adalah Martin Lukas Simanjuntak, S.H. (Advokat), David Tobing, S.H., M.Kn. (Advokat dan Pelindung Konsumen), dan Pdt. Dr. Zevrijn Boy Kanu (Pimpinan Sekolah Teologi dan Advokat). Hasil poling tertinggi ternyata diraih oleh Daniel Yusmic dengan perolehan 29.1 %.
Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, menjelaskan bahwa API 2025 diberikan kepada tokoh-tokoh dari berbagai bidang yang dianggap membawa dampak positif dan inspiratif bagi masyarakat.
“Penghargaan Apresiasi Pewarna Indonesia kami berikan kepada figur-figur inspiratif dari berbagai sektor yang telah memberikan kontribusi berarti bagi bangsa dan masyarakat. Pak Daniel Yusmic P Foekh adalah salah satu sosok yang kami nilai memiliki pengaruh kuat melalui keteladanan, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan tugasnya,” ujar Yusuf.
Sementara itu, Ketua Panitia Apresiasi Pewarna Indonesia dan Rakernas 2025, Elly Wati Simatupang, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat sinergi Pengurus Pusat dan dukungan penuh Pengurus Daerah Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah.
“Kami bersyukur kegiatan nasional ini dapat terlaksana dengan baik. Apresiasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi dorongan bagi seluruh insan Pewarna Indonesia untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
(Suyito Basuki/ Kumara)










