Gelar Karya Dies Natalis FKIP UKSW ke-70: Promosikan Karya Inovasi Mahasiswa

Pendidikan250 Dilihat

SALATIGA – warta integritas.com –  Bertempat di kampus pusat Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKSW adakan Gelar Karya mahasiswa.  Gelar Karya yang diikuti oleh mahasiswa dari jurusan TK SD, Informatika, dan Matematika ini untuk meramaikan acara Dies Natalis FKIP yang ke-70 yang bertemakan Reflecting The Past, Inspiring the Future of Education.

Dr.Helti Lygia Mampouw, Dekan FKIP UKSW memberi penjelasan bahwa Gelar Karya ini merupakan acara ke-3 dalam rangkaian Kegiatan Dies Ke-70 FKIP UKSW. Menurut Dr.Helti Lygia Mampouw tujuh puluh tahun FKIP telah berproses dalam berbagai situasi politik, budaya, perkembangan peradaban dan teknologi.

“Selama tujuh puluh tahun berdiri, banyak tantangan yang dihadapi, banyak solusi yang sudah diberikan untuk menyelesaikan masalah nasional maupun internasional, juga secara khusus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah. Banyak prestasi yang sudah dicapai, banyak juga karya yang sudah dihasilkan,” jelas Dr. Helti dengan antusias.

Berdampak bagi Masyarakat Sekolah

Gelar Karya yang dilakukan mahasiswa PPG dan pameran media pembelajaran oleh program studi di FKIP menjadi  ajang mendiseminasikan sekaligus mempromosikan karya-karya inovasi sebagai hasil proses perkuliahan tahun 2026.

Dr.Helti Lygia Mampouw (tengah) bersama dosen dan panitia (Dokumen: Panitia)

“Semoga karya-karya ini dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa calon guru sehingga mereka dapat menjadi guru yang profesional.  Bagi masyakat luas, semoga karya-karya ini bisa menambah wawasan tentang dunia pendidikan,” ujar Dr. Helti.

Lebih lanjut Dr. Helti berharap mahasiswa, sebagai tim atau rekan seperjuangan dalam belajar dan berkarya, dapat memiliki kesadaran agar menjadi pribadi yang berdampak bagi masyarakat terutama masyarakat sekolah.

“Menjadi mahasiswa yang ‘Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia’, sesuai tema resmi Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 pada 28 Oktober 2026 ini,” demikian tegas Dr. Helti.

Sementara itu, Adhi Krisna MA, S.Pd, MA, selaku Ketua Panitia Dies Natalis berharap FKIP dalam usia yang ke-70 tetap memiliki kontribusi dan sumber inspirasi bagi masyarakat.

“FKIP UKSW memiliki sejarah sepak terjang yang panjang dan tetap berkomitmen berkontribusi kepada masyarakat, menjadi sumber inspirasi bagi guru-guru dan calon guru, antara lain melalui kegiatan Dies ke-70 FKIP ini,” harap Adhi Krisna MA, S.Pd, MA.

Terkait dengan Gelar Karya yang dilakukan mahasiswa, Dr.Tri Nova Hasti Yunianta, M.Pd, Kaprogdi PPG FKIP UKSW menambahkan bahwa Gelar Karya mahasiswa ini sekaligus menjadi penilaian kelulusan mata kuliah PPG proyek kepemimpinan.

Inovasi Ular Tangga

Keunikan yang merupakan inovasi mahasiswa, terlihat antara lain pada stan Matmatika.  Mahasiswa matematika membuat permainan ular tangga menjadi sarana pembelajaran karakter.  Dijelaskan oleh penjaga stan bahwa cara memainkannya seperti permainan ular tangga. 

“Jadi ada dadu dan pion yang dibuat dengan bentuk karakter wayang Pandawa lima.  Ketika berhenti di kabupaten tertentu akan mengambil kartu pitakon, kemudian saat berhenti di sebuah kota akan mengambil kartu pendidikan karakter, ketika berhenti di bagian gunung aktif mengambil kartu kaluputan, dan saat berhenti di gunung mengambil kartu kabecikan.  Kemudian di bagian kota kota itu ada harganya, ketika ingin membeli kelengkapan joglo dan boleh beli limasan ketika sudah beli 2 joglo.  Nah ketika berhasil menjawab soal di kartu pitakon itu dapat uang Rp 4.000, kalau salah harus bayar Rp 4.000,” demikian jelas Tere Aprila Vlaviana mahasiswa progdi pendidikan matematika yang menjaga stan.

Stan Pendidikan Matematika, permainan ular tangga (Foto: Tere Aprila Vlaviana)

Seru dan Informasi Baru

Insania Riskining Praja, mahasiswa PPG calon guru angkatan 1 2026 menampilkan program berupa literasi dan juga pengolahan sampah.  Pengolahan sampah yang disebut bikara merupakan briket anak lorensa.  Bikara terbuat dari daun kering kemudian dihaluskan dicampur dengan tepung kanji, akan jadi arang atau briket.  Pengolahan sampah yang kedua dari lilin aroma terapi, sabun pembersih lantai, pupuk organik dan juga gantungan kunci dari peserta didik konsumsi. 

“Sangat seru karena selain mendapat informasi baru dari stan-stan yang ada juga melihat mahasiswa yang lain pada antusias,” demikian kesan Insania terhadap acara Gelar Karya yang diikuti.

Isnam Choiri Nur Hanifah, mahasiswa Prajab PPG UKSW gelombang 1 2026 yang menjaga stan proyek kepemimpinan, nampak sibuk menjelaskan kepada pengunjung, dari mahasiswa atau guru dari berbagai macam SD yang diundang.  Ia menjelaskan tentang brikara, sabun lantai, dan pupuk organik soal bagaimana prosesnya, kegunaannya dan lain-lain.

Isnam memiliki kesan yang mendalam terhadap kegiatan Gelar Karya ini. “Saya cukup bahagia karena melihat antusiasme teman-teman lainnya dan pengunjung, saya bisa berkunjung di stan teman-teman lainnya melihat berbagai macam karya-karya yang bisa dijadikan ide untuk dikembangkan nanti jika suatu saat menjadi seorang guru,” demikian ujar Isnam.

Sementara itu Akmal Riski Ramadhan, mahasiswa prajab PPG UKSW gelombang 1 2026, menyebutkan ide-ide baru yang ia dapatkan dari melihat stan-stan lain di Gelar Karya tersebut.

“Dari jurusan Informatika, saya mendapat sebuah ide dapat membuat game tanpa membuat coding dengan buatan AI ke depannya.  Dari project BK, dapat pengalaman bahwa kartu truf order juga pembacaan sebuah kartu tarot bisa memberi kesempatan melepas stres.  Saat mengunjungi stan matematika saya belajar adanya kegiatan ice breaking yang diberikan sebelum masuk pada pembelajaran.  Sehingga belajarnya sangat seru dan banyak memberi informasi.  Sangat menarik dan sangat mendorong saya untuk bisa lebih baik lagi sebagai guru profesional nantinya,” demikian kesan Akmal.

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *