Diubahkan Jadi Saksi yang Baik Jelang dan Saat Kenaikan Tuhan Yesus

Kontemplasi103 Dilihat

Lukas 24:44-53

Oleh: Suyito Basuki *)

Yesus melakukan tiga hal menjelang dan saat kenaikan-Nya ke surga.

Membuktikan penderitaan-Nya adalah sebuah fakta (ay. 38-43)

Saat itu para murid dalam kebimbangan.  Ada berita dan cerita Yesus bangkit, tetapi belum jelas kebenarannya.  (ay. 33-35)

Yesus hadir menunjukkan luka penyaliban.  Ini adalah wujud kasih Yesus kepada para murid.  Yesus tahu apa yang murid-murid perlukan, bukan uang, bukan kekayaan, tetapi sebuah kebenaran. (ay. 39-40)

Yesus makan di hadapan para murid.  Hal ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh hidup, bukan hantu.  Hal ini dinyatakan supaya para murid tidak takut menghadapi-Nya.  (ay. 41-43)

Membuka hati terhadap Kitab Suci (ay. 45)

Ternyata hati para murid belum terbuka untuk kebenaran sepenuhnya.  Padahal mereka sudah kurang lebih 3 tahun bersama Yesus.  Ketakutan membuat selubung pada pikiran mereka.  Yesus kemudian membuka pikiran para murid (ay. 45a)

Bahasa Yunani yang digunakan kata “membuka” adalah “dianoigio” yang berarti membuka dengan membagi atau memisahkan, membuka sepenuhnya apa yang sebelumnya tertutup.  Dalam hal ini memberi pengertian membuka pikiran seseorang, yaitu menyebabkan seseorang memahami sesuatu atau membuka jiwa seseorang, yaitu membangkitkan dalam diri seseorang kemampuan untuk memahami atau keinginan untuk belajar.

Hal ini membuat para murid mengerti isi Kitab Suci.  Betapa pentingnya Kitab Suci untuk dipahami dengan benar.   Yesus sanggup membuka hati seseorang supaya Kitab Suci dipahami sesuai dengan kehendak Allah.  (ay. 45b)

Mengutus menjadi saksi (ay. 47-48)

Isi kesaksian yang harus disampaikan adalah bahwa Mesias menderita dan dan bangkit pada hari yang ketiga.  Pertobatan akan menghasilkan pengampunan atas dosa-dosa manusia.   (ay. 46-47)

Dalam terjemahan alkitab bahasa Inggris Contemporary English Version (CEV), ayat 48 adalah sebuah perintah, dikatakan:” you must tell everything that has happened.” Hal ini selaras dengan perintah Yesus untuk menjadi saksi dalam pemberitaan Injil (Mat. 28:19-20; Kis. 1:8)

Saat memerintah atau menegaskan murid sebagai saksi, Yesus memperlengkapi dan memberkati.  (ay. 49-51) Dalam terjemahan alkitab bahasa Inggris New Revised Standard Version (NRSV) saksi yang dimaksud adalah jamak.  You are witnesses of these things Murid -murid diperlengkapi dengan kuasa Roh Kudus.  Yesus memberkati dengan kuasa-Nya. (baca Kisah Rasul 2:1-4) Hal ini membuat para murid tidak ragu dan bimbang dalam pewartaan.  Akhir kisah hidup mereka sebagai para martir, menunjukkan bahwa mereka melakukan pemberitaan tanpa keraguan. 

Hati para murid diubahkan, sehingga mereka kemudian menyembah, bersukacita, bertekun dan memuliakan Allah.  (ay. 52-53)  Orang percaya jaman sekarang pun akan seperti para murid, menjadi saksi yang baik dalam pewartaan dan hidup dalam penyembahan, suka cita, ketekunan, serta senantiasa hidup memuliakan Allah.

*) Penulis tinggal di Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *