KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Sehari menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, telah terjadi kenaikan harga hewan kurban baik kambing maupun sapi di Pasar Hewan atau Pasar Pon Ambarawa. Demikian diungkapkan Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H. didampingi Forkompimda, Sekda dan pimpinan OPD di sela pengecekan langsung perniagaan sapi dan kambing di Pasar Pon, Selasa (26/05/2026) siang.
“Sudah kita cek semua hewan di sini baik kambing maupun sapi sehat, tidak ada yang terkena penyakit mulut dan kuku,” kata Ngesti Nugraha.
Ditambahkan, jelang Hari Raya Idul Adha ini telah terjadi kenaikan harga hewan sapi dan kambing berkisar antara 10 hingga 20 persen. Untuk harga kambing standar berkisar antara Rp2.570.000,00. hingga Rp2.600.000,00. Yang sebelumnya dengan harga Rp1.750.000,00. per ekornya. Begitu juga harga sapi ikut mengalami kenaikan,” katanya.
Terkait dengan penyembelihan dan pembagian daging Kurban saat Hari Raya Idul Adha 2026 besok, pihaknya mengimbau agar dapat dilakukan dengan baik. Termasuk penggunaan pembungkus daging nonplastik. Bisa digunakan daun pisang atau besek dari bambu agar lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan, Pasar Hewan dan RPH Dispertan Kabupaten Semarang, Muhammad Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan petugas kesehatan hewan untuk memantau lalu lintas hewan ternak di Pasar Hewan atau Pasar Pon. Dibanding tahun lalu, perniagaan hewan ternak sekarang ini dinilai stabil. Terkait dengan harga, diakuinya memang ada kenaikan.
“Setiap hari pasaran Pon, rata-rata ada sekitar 300 – 400 sapi yang keluar masuk pasar. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya laku terjual. Harga sapi kurban standar berkisar antara Rp24 juta hingga Rp25 juta,” kata Muh Hidayat.
Menurutnya, selain hewan lokal Kabupaten Semarang, juga banyak yang berasal dari Magelang, Temanggung, Boyolali, maupun Yogyakarta.
“Pasar Pon di sini masih menjadi rujukan warga untuk mencari hewan kurban setiap tahunnya. Karena ada fasilitasi pemeriksaan kesehatan dan timbangan hewan,” tandasnya.
Terpisah, sejumlah pedagang hewan kurban kambing maupun sapi mengaku, sengaja membawa hewan ternaknya diperdagangkan di Pasar Pon ini, karena setiap pasaran Pon di sini banyak pembeli dari beberapa daerah. Bahkan, untuk masalah harga kambing maupun sapi, banyak yang mengaku lebih miring harganya dibanding di pasar hewan daerah lain. Selain, itu banyak pilihannya.
“Dalam tiga kali pasaran Pon, saya sudah berhasil menjual 6 kambing dan 3 sapi. Kambing dan sapi yang laku saya jual itu, sebelumnya saya membeli milik tetangga. Kambing dan sapi yang laku tersebut dalam keadaan sehat semuanya karena sudah dilakukan pemeriksaan di Pasar Pon sini juga,” pungkas Rohmat (54) asal Noborejo, Salatiga.
(Heru Santoso)











