KLATEN – wartaintegritas.com — Bupati Klaten, Hamenang Fajar Ismoyo, S.I.Kom., secara resmi meresmikan Gedung Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten pada Sabtu malam (17/01/2026). Peresmian yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini ditandai dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Kayangan”.
Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menegaskan bahwa gedung baru yang berlokasi strategis di pusat kota ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol sinergi dan harapan baru bagi pelayanan publik di Klaten.
“Gedung PSC ini harus menjadi pusat kolaborasi lintas sektor. Mulai dari Dinkes, Rumah Sakit, Puskesmas, hingga BPBD dan relawan, semuanya harus terintegrasi di sini untuk menjamin response time yang cepat bagi masyarakat,” ujar Bupati Hamenang.
Sentralisasi Pelayanan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, dr. Anggit Budiarjo, menambahkan bahwa pembangunan gedung ini bertujuan menyatukan berbagai bidang pelayanan yang sebelumnya terpisah. Dengan sistem yang terdigitalisasi, gedung tiga lantai ini difungsikan sebagai pusat operasional teknis, ruang manajemen, serta memiliki aula pertemuan yang diberi nama filosofis pusaka, seperti Aula Megantara.
“Semangat dasar kami adalah memberikan pelayanan satu pintu. Mulai Senin besok, operasional akan sepenuhnya berpindah ke sini dengan semangat baru untuk melayani,” kata dr. Anggit.

Fokus Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Selain pelayanan kesehatan rutin, Gedung PSC memiliki peran vital dalam mitigasi bencana. Mengingat letak geografis Klaten yang rawan terhadap potensi bencana alam seperti erupsi Merapi dan gempa bumi, PSC diproyeksikan menjadi pusat komando yang memastikan kesiapsiagaan seluruh elemen.
Bupati juga memberikan apresiasi khusus atas terbentuknya unit Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang didukung oleh para relawan di tingkat kecamatan. Kehadiran PSC diharapkan mampu mengoordinasikan unit-unit tersebut agar penanganan darurat di lapangan menjadi lebih tepat sasaran.
Nuansa Budaya dalam Peresmian
Acara peresmian ini ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang membawa pesan mendalam tentang dedikasi dan tanggung jawab dalam pengabdian. Filosofi “Semar Mbangun Kayangan” dipilih sebagai pengingat bagi seluruh tenaga kesehatan dan petugas keamanan untuk selalu hadir sebagai pengayom bagi masyarakat Kabupaten Klaten.
(Dwijonagoro)
















