Bupati Hamenang Buka Festival Ketoprak Pelajar 2025, Klaten Tegaskan Komitmen Regenerasi Seni Tradisional

Peristiwa236 Dilihat

KLATEN, wartaintegritas.com –  Pemerintah Kabupaten Klaten menegaskan komitmennya dalam melestarikan kesenian tradisional dengan menggelar Festival Ketoprak Pelajar (FKP) Kabupaten Klaten ke-14. Acara ini secara resmi dibuka oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, di Pendopo Djogan Seni, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, pada Sabtu (25/10/2025).

Festival yang berlangsung selama dua hari, 25 hingga 26 Oktober 2025, ini menjadi ajang penting bagi regenerasi seni ketoprak. FKP ke-14 ini diikuti oleh pelajar tingkat SD dan SMP sederajat dari 12 sekolah di seluruh Kabupaten Klaten.

Total sebanyak 480 siswa terlibat aktif dalam pagelaran seni ini, baik sebagai aktor di panggung maupun tim pendukung di belakang layar. Sejumlah lakon yang ditampilkan antara lain Prahara Bumi Daha, Timun Emas, Dumadine Bendo Gantungan, Sabaya Mukti Sabaya Pati, hingga Pacul Gowang Ninggal Doran.

Dalam sambutannya, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa pelaksanaan festival ini merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah.

“Hari ini saya bisa membuka festival pelajar tingkat SD, SMP sederajat Kabupaten Klaten yang ke-14. Kita bersyukur ini 14 tahun sudah terlaksana. Ini bukti keseriusan kita bersama pemerintah, dewan kesenian dan stakeholder yang ada, bagaimana kemudian kita meneguhkan bahwa Kabupaten Klaten adalah Kotanya Ketoprak,” ujar Hamenang.

Bupati Hamenang menekankan bahwa festival ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah bagi pelajar untuk mencintai dan mewarisi seni ketoprak sejak usia dini. Fokus utama kegiatan ini adalah untuk memastikan keberlanjutan para pegiat seni tradisional.

“Makanya yang disasar adalah SD, SMP. Sehingga ke depan memastikan para pemain ketoprak, para pengrawit itu terus ada di Kabupaten Klaten,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum kolaborasi yang kuat antara seni, budaya, dan sektor pariwisata daerah. “Harapannya tentu ke depan kita bersama-sama bisa melaksanakan pemajuan kesenian dan budaya yang ada di Kabupaten Klaten. Sehingga bisa meneguhkan Klaten sebagai kota seni dan budaya, kemudian bisa kita kolaborasikan dengan pariwisata,” tutupnya.

Suasana pembukaan berlangsung meriah, ditandai dengan penampilan tari “Kepet Ayu,” penyematan piala bergilir Bupati, dan pemukulan kentongan sebagai simbol dimulainya kompetisi. FKP 2025 diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit baru seniman ketoprak yang akan menjaga warisan budaya Jawa di Klaten.

(Benyamin Hadinagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *