Bulan Rosario, Testimoni Pribadi Kuatkan Wujud Nyata Kehadiran Tuhan di Bumi

Peristiwa277 Dilihat

KLATEN , wartaintegritas.com – Bulan oktober merupakan bulan Rosario bagi umat Katolik.  Lingkungan Santo Yusup Sidowayah, Klaten mengadakan ibadah bersama  penutupan doa Rosario dipimpin oleh FX. Pardiman, bertempat di rumah Ibu Pangat  Kamis malam (30/10/25).  Fx Pardiman anggota Pewarna DPC Kab. Klaten bidang Keagamaan, Katolik mengatakan  ibadat doa penutupan Bulan Rosario ini  renungannya mengambil salah satu ayat dari Kitab Suci, yaitu Lukas 1:38, “Kata Maria: ‘Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu.'”

Pardiman juga menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan ketaatan Maria pada kehendak Allah.  Maria menjadi sosok orang beriman yang menggantungkan hidupnya kepada Allah. Ia menjadi contoh bagi kita semua untuk mempercayai dan mengikuti kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Dalam renungannya tersebut Pardiman juga membagikan pengalaman. “Bu Sri yang dulunya tidak mau beribadah dan membaptiskan anak-anaknya. Namun, setelah mencoba berdoa Rosario setiap malam, Bu Sri merasakan perubahan dalam hidupnya.” kata Pardiman.

Dimana  suatu beban yang sebelumnya terasa berat menjadi ringan berkat doa Rosario.

“Bu Sri yang mengalami beban yang sebelumnya terasa berat menjadi ringan berkat Doa Rosario dan bantuan Bunda Maria,” imbuhnya Pardiman

Dalam kegiatan doa tersebut setelah renungan, dilanjutkan dengan Doa Rosario yang dipimpin oleh adik Abel.  Doa salam Maria didaraskan bergantian sampai selesai.  Ibadat diakhiri dengan doa dan berkat penutup.

Usai doa, umat  mengadakan perjamuan sederhana sebagai tanda syukur dan persaudaraan.

Ibadah penutupan doa Rosario ini menjadi kesempatan bagi umat untuk memperdalam iman dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya doa dalam hidup sehari-hari. Semoga pengalaman Bu Sri dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih rajin berdoa dan mempercayai Tuhan.

Sementara itu umat Lingkungan St. Yusup Jebugan secara khidmat menutup rangkaian kegiatan Bulan Rosario yang telah dilaksanakan setiap malam selama sebulan penuh.  Acara penutupan yang berpusat di kediaman Marna ini menjadi puncak dari devosi dan kesetiaan umat kepada Bunda Maria.

Sebanyak kurang lebih 20 umat hadir dalam kegiatan penutupan ini, menunjukkan semangat kebersamaan lintas usia. Kehadiran perwakilan dari PIA (anak-anak), PIR (remaja), OMK (Orang Muda Katolik), hingga orang dewasa, menegaskan bahwa devosi kepada Bunda Maria menjadi perekat bagi seluruh elemen lingkungan.

Kegiatan rohani ini dipimpin dengan apik oleh Chaterin dari OMK. Keterlibatan OMK dalam memandu doa ini menjadi penanda positif akan tumbuhnya kaderisasi dan peran aktif kaum muda dalam spiritualitas lingkungan.

Simbolisme Kesucian dalam Doa

Altar patung Bunda Maria yang menjadi pusat devosi dihiasi dengan dominasi warna putih, sebuah simbol yang melambangkan kesucian hati Bunda Maria. Dalam suasana yang hening dan penuh hormat, umat secara bergiliran mendaraskan doa “Salam Maria” mencerminkan kesatuan hati dan suara dalam memohonkan perantaraan Bunda Gereja.

Menutup Bulan Rosario dengan Kepedulian

Setelah selesai mendaraskan Doa Rosario, momen penutup ini dilanjutkan dengan doa khusus bagi umat yang sedang sakit. Hal ini menunjukkan bahwa spiritualitas umat Jebugan tidak hanya berfokus pada devosi, tetapi juga pada kepedulian nyata terhadap sesama. Rangkaian acara ditutup dengan Doa Malam, membawa kedamaian dan berkat bagi seluruh umat yang hadir.

 “Sejak awal bulan, umat sungguh konsisten setiap malam berkumpul untuk berdoa. Semoga penutupan ini tidak hanya menjadi akhir dari satu kegiatan, tetapi awal dari peningkatan iman dan sukacita bagi kita semua,” ujar salah satu koordinator lingkungan.

Penutupan Bulan Rosario ini diharapkan dapat memperdalam iman umat dan menjadi bekal spiritual dalam menjalani kehidupan sehari-hari, selalu meneladani kesetiaan Bunda Maria.

(Benyamin Hadinagoro dan FX Pardiman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *