Bersyukur atas Pemeliharaan Tuhan dalam Kehidupan

Kontemplasi128 Dilihat

(Mazmur 104:24-35)

Oleh: Suyito Basuki*)

Pasti kita mengenal lagu anak-anak “Pelangi-pelangi”.  Lagu ini bisa menjadi ekspresi kekaguman kita kepada Tuhan pencipta alam semesta ini.  Inilah penyataan umum Tuhan kepada manusia, supaya manusia bisa mengenali-Nya dan kemudian menyembah-Nya.

Pada bacaan Mazmur 104: 24-35, kita bisa belajar dari alam semesta tentang pemeliharaan Tuhan dan kuasa Tuhan atas alam semesta ini.  Bacaan Mazmur ini mengajak orang percaya untuk memuji, memuliakan, serta memiliki pemikiran yang baik terhadap Tuhan.  Dengan demikian akan mengalir nyanyian pujian dan suka cita dari mulut orang percaya karenanya.

1. Pemeliharaan TUHAN atas alam semesta. (24)

Disebutkan bahwa banyak perbuatan yang TUHAN telah lakukan terhadap alam semesta ini. (24a) Alam semesta ini dijadikan dengan kebijaksanaan-Nya. (24b, bandingkan dengan Kej 1:1-31) 

Sehingga dengan demikian disebutkan bumi yang sebelumnya kosong dan tidak beraturan menjadi penuh dengan ciptaan TUHAN. (24c)

2. Pemeliharaan TUHAN dalam kuasa-Nya memberi dan mengambil kehidupan ciptaan-Nya. (25-32)

Penulis Mazmur memberi sebuah contoh bahwa segala binatang di laut, baik yang besar maupun yang kecil, telah diciptakan dan dipelihara oleh TUHAN. (25-28)

TUHAN tidak saja menciptakan tetapi juga membaharui ciptaan. (29-30) Ilmu pengetahuan bisa menjelaskan bagaimana perkembangan bentuk tubuh hewan dalam mempertahankan hidup mereka.  Misalnya dugaan jerapah yang semula memiliki leher normal kemudian menjadi panjang seperti sekarang ini, dan lain-lain.

3. Pemeliharaan TUHAN patut dipuji. (33)

Merenungkan kuasa TUHAN dalam menciptakan dan memelihara membuat pemazmur berkomitmen untuk memuji TUHAN sepanjang hidupnya (33a) dan memuliakan TUHAN sepanjang masa. (33b) 

Memuji Tuhan berkaitan dengan nyanyian-nyanyian yang dilantunkan, sedang memuliakan Allah berkenaan dengan seluruh aspek kehidupan manusia yang berdampak membawa kemuliaan bagi nama TUHAN.

4. Pemeliharaan TUHAN mendatangkan suka cita. (34)

Seorang anak kecil yang mendapatkan pemeliharaan yang baik dari orang tuanya akan sangat senang, karena ternyata tidak semua anak kecil mendapatkan pemeliharaan yang baik dari orang tuanya.  Kehidupan anak-anak di panti asuhan, bahkan ada yang sejak bayi, menunjukkan ketidak beruntungan itu.

Orang percaya hidupnya dipelihara bahkan ditebus dosanya oleh Tuhan melalui diri-Nya yang hadir di dunia ini sebaga Yesus Kristus.  Hal ini kemudian membawa pemazmur dan orang percaya masa kini pada pemikiran yang menyenangkan tentang TUHAN. (34a)

Sebagaimana pemazmur, orang percaya menjadikan TUHAN sebagai sumber suka citanya. (34b)  Suatu ketika mungkin terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi orang percaya hendaknya senantiasa bersuka cita, karena yang menjadi sumber suka citanya bukan peristiwa yang sedang terjadi atas hidupnya, tetapi TUHAN-lah yang menjadi sumber suka cita itu. (Bandingkan Habakuk 3:17-19)

How Great Thou Art, lagu respon kekaguman atas pemeliharaan TUHAN

Lagu yang mulai populer pada waktu KKR Billy Graham pada tahun 1950-an dan dinyanyikan George Beverly Shea adalah lagu yang berjudul “How Great Thou Art”.  Lagu ini ditulis mula-mula oleh Pdt. Carl Gustav Boberg di Swedia tahun 1885.  Saat itu Boberg pulang dari gereja terjebak badai dahyat, namun kemudian badai tersebut berhenti, berganti dengan cuaca yang cerah, matahari bersinar dan burung-burung berkicau.  Boberg terpesona dengan keadaan itu, kemudian terciptalah puisi dalam bahasa Swedia “O Store Gud”.  Dengan penambahan lagu tradisional Swedia maka terciptalah lagu itu. 

Seorang missionaris Inggris yang bernama Stuart K. Hine mendengar lagu itu dalam versi Rusia.  Ia tertarik kemudian menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris di tahun 1949 dan menambahkan dengan bait ke-4 karena terinspirasi penginjilan di wilayah pegunungan Carpathia. 

Pemeliharaan TUHAN telah menjadi inspirasi terciptanya sebuah lagu How Great Thou Art yang sangat indah. Pemeliharaan TUHAN atas kehidupan kita pun kiranya menjadi dasar suka cita dan inspirasi dalam melakukan segala aktifitas kehidupan kita.

*) Penulis tinggal di Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *