Bangun Sinergi, Pengurus WKRI Ranting Klaten Tengah Gelar Audiensi dengan Camat

Peristiwa31 Dilihat

​KLATEN — wartaintegritas.com — Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Klaten Tengah melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi resmi ke Kantor Kecamatan Klaten Tengah pada hari Selasa (2/6/2026).

Kehadiran organisasi kemasyarakatan perempuan Katolik ini diterima secara langsung dan hangat oleh Camat Klaten Tengah, Ismed Basuki Cahyono, S.H., M.M., di ruang kerjanya.

​Rombongan pengurus WKRI Ranting Klaten Tengah dipimpin langsung oleh Ketua Ranting, Emmanuella Maria Rudatiningrum Quin Putranti (yang akrab disapa Ibu Emma). Turut mendampingi dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus harian di antaranya Bernadette Sri Hartiti beserta beberapa anggota aktif WKRI lainnya.

​Emma, menjelaskan bahwa agenda audiensi ini merupakan momen perdana untuk bertatap muka secara formal dengan jajaran pemerintahan kecamatan. Langkah ini diambil karena sebagian besar pengurus yang sebelumnya berprofesi sebagai guru kini telah memasuki masa purnatugas (pensiun).

Hal tersebut membuat mereka memiliki waktu luang yang lebih fleksibel untuk terjun sepenuhnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta mendukung program-program pemerintah setempat.

​”Selama ini kami belum pernah mengadakan audiensi resmi ke kecamatan karena kesibukan para pengurus yang mayoritas adalah guru aktif. Sekarang, setelah kami pensiun, kami ingin memastikan bahwa WKRI dikenal luas oleh jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan kami siap bergerak aktif, greteh (cekatan/peduli), serta berkontribusi nyata di masyarakat,” ujar Emma.

​Dalam pemaparannya di hadapan Camat, pengurus WKRI mengulas kembali rekam jejak historis organisasi yang berskala nasional ini. WKRI ternyata memiliki sejarah yang sangat matang, didirikan sejak tanggal 26 Juni 1924, yang berarti pada bulan ini akan genap menginjak usia yang ke-102 tahun.

​Sejarah pendirian organisasi ini berakar dari gerakan perkumpulan guru-guru putri serta karyawan pabrik cerutu dan pabrik gula di masa kolonial, dengan cita-cita luhur memperjuangkan kesetaraan gender, meningkatkan derajat, serta menjaga martabat kaum perempuan. Sebagai informasi, di tingkat Kabupaten Klaten, struktur Dewan Pengurus Cabang (DPC) membawahi 13 Ranting dan 7 Anak Ranting.

​Selain memperkenalkan visi dan misi organisasi sebagai lembaga mandiri nonpolitik yang berfokus pada kekuatan moral dan sosial, WKRI Klaten Tengah juga memaparkan berbagai program kerja nyata yang sedang digalakkan. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah program ketahanan pangan, di mana para anggota diajak aktif melakukan budidaya tanaman dari proses pembibitan, penanaman mandiri, hingga pelaksanaan panen bersama.

​Tidak hanya itu, merespons isu krusial di lingkungan domestik Klaten Tengah, WKRI juga menaruh perhatian besar pada tata kelola sampah. Organisasi ini telah mengedukasi anggotanya untuk memilah sampah rumah tangga serta menerapkan sistem lubang biopori di pekarangan rumah demi menekan volume pembuangan sampah di tingkat hilir.

​Camat Klaten Tengah, Ismed Basuki Cahyono, S.H., M.M., mengaku sangat mengapresiasi inovasi mandiri tersebut. Menurutnya, masalah sampah kini memang menjadi problem pelik yang dihadapi baik di tingkat desa, kelurahan, seperti di Tonggalan, maupun di tingkat kabupaten.

​Di samping masalah lingkungan dan ketahanan pangan, program kerja WKRI juga menyentuh sektor penanganan stunting melalui jalur pendidikan anak usia dini. Mengingat WKRI Kabupaten Klaten mengelola 10 lembaga TK Indriyasana yang tersebar di 8 kecamatan dengan didukung 25 tenaga pendidik, organisasi ini berkomitmen melakukan sosialisasi intensif pencegahan stunting kepada para orang tua murid di pelosok wilayah.

​Mendengar pemaparan komprehensif tersebut, Ismed Basuki mengaku sangat bangga atas kontribusi luar biasa yang telah dilakukan oleh WKRI. Pihak kecamatan tidak menduga bahwa organisasi ini memiliki program taktis yang sangat sejalan dengan agenda prioritas pemerintah daerah.

​Sebagai bentuk komitmen, Camat berjanji akan menjembatani dan melibatkan WKRI Klaten Tengah dalam berbagai pelatihan maupun program pemberdayaan masyarakat mendatang, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Ismed Basuki juga membuka pintu koordinasi langsung, bahkan membolehkan penggunaan aula kecamatan untuk kegiatan WKRI dengan kapasitas hingga lima puluh orang tanpa sekat birokrasi yang rumit demi kelancaran sinergi ke depan.

“​Harapannya, melalui audiensi ini, kerja sama yang harmonis antara WKRI Ranting Klaten Tengah dan Pemerintah Kecamatan Klaten Tengah dapat terus terjalin erat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata” imbuhnya Emma.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *