KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Mengawali program nasional pembagian sepuluh juta bendera merah-putih di Kabupaten Semarang, ditandai penyerahan bendera oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha dan Forkompimda kepada perwakilan anggota TNI, Polri dan masyarakat usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Senin (01/05/2026) pagi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Semarang, Suyana, menjelaskan bahwa program pembagian sepuluh juta Bendera Merah Putih diinisiasi oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri RI. Tujuannya untuk meningkatkan rasa nasionalisme, bela negara, dan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2026 mendatang.

“Program ini sudah dua tahun lalu dan kembali digelar tahun 2026 ini. Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran pengadaan 2.000 Bendera Merah Putih untuk dibagikan kepada warga. Selain itu, dibuka kesempatan bagi instansi lain untuk berpartisipasi dalam program ini. Targetnya dapat terkumpul sekitar 5.000 lembar bendera untuk dibagikan sampai menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI Agustus 2026 mendatang,” terangnya.
Sementara itu, upacara pengibaran bendera merah-putih dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dihadiri ratusan peserta terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, ASN, pelajar, mahasiswa, Pramuka, dan perwakilan ormas berjalan dengan tertib dan lancar meski panas sinar matahari cukup menyengat.
Membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi, Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momen refleksi api Pancasila tetap menyala dalam jiwa insan Indonesia. Tema yang diangkat tahun ini yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, tema ini menjadi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila relevan untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik,” tandasnya.
(Heru Santoso)










