Kampung Trimulyo Semarang, Air Sulit Surut karena Proyek Tol

Peristiwa200 Dilihat

SEMARANG, wartaintegritas.com – Di Kampung Trimulyo, Kecamatan Genuk Semarang, ditemui satu kendala besar penyebab air banjir lama surut.   Proyek pembangunan jalan tol laut yang sekaligus menjadi pencegah banjir rob yang kini belum selesai adalah penyebabnya. Karenanya, air tertahan di kolam retensi besar Kaligawe. Kolam retensi ini memang direncanakan sebagai pengendali banjir rob yang rutin melanda Kaligawe dan Sayung. Sebaliknya merupakan penampung air banjir dari darat.

Nah, sebagai pengendalinya adalah rumah pompa dengan banyak pompa di kolam retensi.  Akan tetapi, karena proyek jalan tol laut belum selesai, maka muncul problema seperti sekarang.  Bukan menyalahkan adanya proyek tol laut, namun munculnya efek samping ini yang harus segera diatasi. Ini diketahui dari pantauan langsung anggota DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo ke Trimulyo hari Sabtu ini (1/11) dalam kunjungan dengan naik perahu karet.

Sejauh ini menurut warga, Trimulyo tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun.   Dalam kunjungan ini, Rahmulyo juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga Trimulyo bersama Karang Taruna. “Tadi, bantuan diserahkan untuk RT 4,5 dan RT 6 – RW 2,” ujar Rahmulyo.

Secara geografis, Trimulyo berada di bibir pantai di belakang daerah industri. Kompleks industri Terboyo pun juga kebanjiran dengan kedalaman di atas 50 cm selama 11 hari sejak 22 Oktober 2025 lalu. Jadi, karyawan untuk keluar- masuk harus dibantu truk pabrik sebagai angkutan.

Problema di Genuk dan Trimulyo memang beda dengan daerah Pasar Waru dan Sawah Besar. Trimulyo berhadapan langsung dengan kolam kolam retensi, sedangkan Pasar Waru banjir lama surut karena unit pompa pada tidak berfungsi yang membuang air ke Banjir Kanal Timur.

(J. Christiono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *