Bangun Rumah Sebuah Resolusi dan Langkah-langkahnya

Tips Praktis650 Dilihat

Oleh: Suyito Basuki*)

Terdapat cuitan di Twitter beberapa akun soal resolusi pengin bangun rumah.  “Resolusiku adalah mau bangun rumah impian” tulis akun Ai firzha anstasya.  “Resolusi tahun 2024 pengen bangun rumah.  Semoga cepat tercapai amin” begitu akun Rendi @Rendi91322094.  “Bismillah resolusi aku adalah ingin banget bisa bangun rumah sendiri” cuit akun Princess Cherry.  Akun Leni Saputri agak lain sedikit, statusnya di Twitter: “Resolusi saya pengen bangun rumah dan beliin smartphone untuk ibu.”

Kita mengaminkan semua cuitan di atas, semoga apa yang mereka impikan dapat membangun sebuah rumah dapat tercapai.  Bahwa rumah merupakan kebutuhan sehingga setiap orang bermimpi dapat membangun dan memilikinya adalah sebuah kenyataan dalam kehidupan manusia dari waktu ke waktu.  Ada orang yang dengan tanpa susah payah memiliki sebuah rumah karena sudah dibuatkan oleh orang tua atau meneruskan kepemilikan rumah orang tua mereka.  Namun tidak jarang pula kita melihat ada orang-orang yang dengan susah payah berusaha membangun rumah yang menjadi impian mereka.

Pengadaan Lahan

Pengadaan lahan merupakan langkah awal pembuatan rumah.  Lahan sebagai tempat untuk membuat rumah bisa didapat karena pembagian tanah warisan keluarga atau membeli baik secara kredit maupun secara tunai.  Harga tanah di masing-masing daerah sangat berbeda.  Misal daerah ibukota propinsi atau negara apalagi tentu harganya jauh lebih mahal dari pada harga tanah kotamadya atau kabupaten.  Jika hal itu mengacu ke suatu daerah, maka daerah perkotaan, dekat kecamatan, terlebih daerah pinggir jalan raya akan lebih mahal dibanding daerah di desa yang akses jalannya kurang leluasa.

Ada developer atau pengembang yang menjual tanah dengan model tanah kaplingan.  Tanah dengan model kaplingan ini biasanya berada di daerah yang belum ramai, pihak pengembang akan membagi lahan dengan kapling-kapling yang tidak begitu luas, cukup untuk membuat rumah dengan 2 atau 3 kamar.  Biasanya ukuran kapling tersebut adalah 60×70, 70×10 atau ukuran yang lebih besar lagi.  Semakin luas tanah kaplingan tersebut, tentunya akan semakin mahal harganya.  Pihak pengembang akan membuat akses jalan untuk masyarakat yang membeli tanah kaplingan itu.  Ada pihak pengembang yang hanya menjual tanah saja, tetapi ada juga yang sekaligus bersedia membantu pembangunan rumahnya hingga jadi. 

Langkah-langkah Membangun

Langkah membangun berdasar pengamatan dan pengalaman penulis adalah sebagai berikut:

Langkah pertama adalah menyiapkan gambar, desain, dan denah rumah.  Kita perlu mendapatkan gambar, desain, dan denah rumah yang akan kita bangun.  Gambar, desain, dan denah rumah tersebut bisa didapatkan melalui tenaga profesional, yakni arsitek atau ahli bangunan.  Saya bersyukur, saat akan membangun rumah, ada dua orang pemuda gereja kami yang saat ini sudah berkeluarga berlatar belakangkan studi arsitektur dan tata bangunan.  Yang seorang membuatkan gambar, desain, dan denah rumah ukuran besar, 7 kamar!  Yang seorang membuatkan gambar, desain, dan denah rumah 3 kamar.  Bahkan telah dibuatkan gambar, desain, dan denah rumah yang bisa digunakan untuk selayaknya pengurusan IMB.  Gambar, desain, dan denah rumah tersebut saya sodorkan kepada tukang, tukang tersebut menyatakan bahwa gambar rumah tersebut sulit dan mahal biayanya.  Akhirnya saya minta supaya gambar, desain, dan denah rumah disederhanakan.

Langkah kedua pembersihan lahan.  Jika kita membeli sebuah lahan yang sudah bersih dan siap bangun itu sangat bagus.  Tetapi kadang lahan yang dibeli masih dipenuhi tanaman atau pepohonan yang perlu dibersihkan.  Pada tahapan ini kita bisa minta bantuan dari orang-orang yang berprofesi sebagai penebang pohon, di desa kami, profesi itu disebut blandhong.  Dalam era modern ini, blandhong akan memiliki mobil pengangkut kayu dan gergaji mesin berikut peralatan lainnya.  Saya bersyukur karena warga gereja ada yang berprofesi sebagai blandhong ini.  Selama hampir 3 hari dia bekerja sendirian menebang memotong beberapa pohon di lahan kami.  Usai memotong dia masih membawa ke tempat penggergajian kemudian membawa kembali kayu-kayu yang telah digergaji oleh perusahaan penggergajian menjadi bilahan papan-papan yang rencana akan kami bikin menjadi daun-daun pintu dan jendela.

Langkah ketiga pembelian bahan bangunan.  Dengan bantuan tenaga yang menggambar rumah, kita bisa minta tolong ditunjukkan bahan-bahan bangunan yang kita butuhkan.  Secara garis besar, bahan bangunan yang kita butuhkan meliputi pasir, batu kali untuk pembangunan pondasi, batu pecah (kricak) untuk pembuatan slup pondasi atau kuda-kuda, batu bata (merah, putih/ herbel), semen, dan kayu untuk kusen pintu dan jendela, keramik dan lain-lain.  Saat ini lagi trend orang membangun menggunakan batu bata putih atau herbel.  Meski demikian, masih ada orang yang fanatik membangun rumah menggunakan batu bata merah dengan berbagai alasan.  Harga bahan-bahan bangunan beda kota akan beda harga, terlebih jika aspek jauh dekatnya pengiriman diperhitungkan.  Misal pasir Muntilan yang terkenal itu, akan lebih murah dibeli oleh penduduk yang berdomisili di Magelang dari pada penduduk yang berdomisili di Jepara.  Kalau harga semen, banyak daerah yang memiliki harga standar untuk merek-merek tertentu.

Langkah keempat pencarian tukang bangunan.  Tukang bangunan adalah orang-orang yang akan mewujudkan impian bangunan rumah itu dapat diwujudkan.  Para tukang bangunan itu bekerja mengikuti gambar, desain, dan denah rumah yang telah ditentukan.  Tukang bangunan ini bisa diminta jasanya baik secara borongan maupun harian.  Jika secara borongan, maka perlu dicari tukang yang baik reputasinya dan bertanggung jawab dalam setiap pekerjaannya.  Harga borongan tergantung pada sederhana atau lux-nya bangunan.  Setiap daerah memiliki harga borongan yang berbeda.  Harga borongan bangunan biasanya dihitung per meter luas bangunan.  Semakin besar ukuran luas bangunan, semakin mahal pula harga borongannya.  Jika tukang bangunan dengan bayaran harian, maka perlu kesepakatan harga tukang bangunan dan tenaga yang membantunya.  Tukang yang dibayar secara harian perlu pengawasan setiap harinya oleh mandor yang dipercayai atau oleh pemilik bangunan itu sendiri supaya efektif dan efisien kerjanya.

Langkah kelima adalah penyiapan kusen-kusen pintu/ jendela dan daun pintu/ jendela.  Pembuatan kusen-kusen pintu/ jendela dan daun pintu/ jendela adalah pekerjaan kayu yang dilakukan oleh tukang kayu.  Kusen-kusen pintu/ jendela dan daun pintu/ jendela bisa dikerjakan oleh tukang kayu yang kita panggil.  Dengan demikian pekerjaan itu dikerjakan tukang kayu secara harian atau borongan.  Namun sekarang ini, kusen-kusen pintu/ jendela dan daun pintu/ jendela dapat dipesan di toko bangunan atau toko khusus pembuatan kusen-kusen pintu/ jendela dan daun pintu/ jendela tersebut.  Dengan kita membawa bilah papan sendiri atau memakai bilah papan dari toko tersebut, kita bisa minta dibuatkan kusen-kusen pintu/ jendela dan daun pintu/ jendela sesuai dengan ukuran dan model yang kita minta.

Langkah Keenam adalah pembuatan pondasi dan dilanjutkan penataan dinding dengan batu bata atau batu bata putih/ ringan ataupun batako.  Jika ada rencana bangunan dibuat bertingkat, maka diperlukan cakar ayam di setiap sudut-sudut pondasinya.  Setelah pondasi maka dibuatlah slup, sebuah rangkaian besi dengan begel-begel yang sudah dipasangkan, kemudian dicor dengan bahan semen dan batu pecah/ kricak.  Setelah itu pendirian bangunan dinding rumah dilakukan.  Usai mencapai ketinggian tertentu yang diharapkan dan telah dipasang slupnya, maka dilakukanlah pembuatan kuda-kuda rumah.  Kuda-kuda rumah bisa dari kayu ataupun rangkaian besi dengan begel-begel yang sudah dipasangkan yang dicor.  Setelah itu dipasanglah usuk dan reng bisa dari kayu ataupun yang sekarang populer dengan baja ringan.  Setelah itu baru pemasangan genting.  Genting bisa wujud genteng tradisional atau genteng gavalum ataupun memakai asbes.  Pada langkah ini juga dibuat septitank dan resapannya.

Langkah Ketujuh Lanjutan.  Langkah lanjutan memiliki perkerjaan melapisi dinding yang telah tersusun dengan semen dan pasir halus yang telah dicampurkan, orang Jawa menyebut dilepa.  Pemasangan closed, pemasangan keramik bisa dimasukkan dalam pekerjaan lanjutan ini.  Jika dapur dibuat di dalam rumah, maka pada langkah ini dapur dibuat.  Ada tempat untuk memasak, tempat cucian berikut pembuangannya dan kitchen-set jika diperlukan bisa dibuat.

Langkah Kedelapan Penyelesaian.  Langkah penyelesaian ini adalah menyelesaikan bangunan rumah dengan pengecatan tembok, plitur atau pengecatan daun pintu/ jendela.  Warna cat atau plitur yang dipilih tentu saja disesuaikan dengan keinginan pemilik rumah. 

Tidak akan pernah selesai

Pembangunan rumah untuk mencapai ideal pemiliknya, pekerjaan itu tidak akan pernah ada habis-habisnya.  Bahkan jumlah uang berapa pun tidak akan mencukupi keinginan membangun sebuah rumah yang sangat ideal bagi pemiliknya itu.

Sekarang ini ada sebutan populer ‘rumah minimalis’.  Sebutan ini selain mengandung maksud bangunan rumah dan luas tanah yang tidak terlalu luas juga mengandung arti bahwa rumah yang dibangun modelnya tidak aneh-aneh, yang penting sudah layak sebagai bangunan rumah dan bisa ditempati untuk berteduh sebuah keluarga.  Pemahaman ini ‘rumah minimalis’ ini tidak juga menunjuk pembangunan rumah asal-asalan saja.

Semoga kita yang berkeinginan memiliki resolusi membangun rumah dapat mewujudkannya.  Besar atau kecil, megah atau sederhana bukan menjadi masalah yang utama.  Yang penting rumah yang kita bangun dapat menjadi tempat perlindungan keluarga dalam menghadapi segala cuaca serta tempat kita mendulang kebahagiaan keluarga.

*) Penulis tinggal di Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait