Wujudkan Persembahan Oksigen, FKG Eklesia Klaten dan Kemenag Salurkan Ratusan Bibit Alpukat di Tegalmulyo

Peristiwa328 Dilihat

KLATEN — wartaintegritas.com — Forum Komunikasi Gereja-Gereja (FKG) Eklesia Kabupaten Klaten menggelar aksi sosial bertajuk “Paskah Ekologis” di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten hari Jumat (15/05/2026)

Dalam kegiatan ini, FKG Eklesia berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Klaten dan Dinas Lingkungan Hidup untuk membagikan ratusan bibit pohon produktif kepada masyarakat setempat.

​Ketua 1 FKG Eklesia Kabupaten Klaten, Pendeta Wiwik Wulandari, menjelaskan bahwa kegiatan Paskah Ekologis ini lahir dari kesadaran untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.

​”Melalui menanam, kita memberikan persembahan kepada semesta—sebuah persembahan oksigen. Kami terpanggil untuk memelihara dan merawat tanaman yang Tuhan berikan demi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya,” ujar Pendeta Wiwik saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

​Dalam aksi sosial ini, gereja-gereja anggota FKG Klaten memberikan donasi yang diwujudkan dalam bentuk 250 bibit alpukat berkualitas unggul, yang terdiri dari jenis Kendil, Alligator, dan Miki.

​Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

​Aksi peduli lingkungan ini semakin kuat dengan dukungan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten. Kemenag turut menyumbangkan sekitar 77 bibit tanaman buah-buahan, termasuk kelengkeng, alpukat, dan tanaman alpukat tabulampot.

​Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Klaten, H. Agus Susanto, S.Ag., M.Pd.I., menyatakan bahwa keterlibatan Kemenag ini merupakan bagian dari implementasi program “Kemenag Berdampak” sekaligus gerakan “Masyarakat Tersenyum” (GEMAS) Kemenag Kabupaten Klaten.

​”Program ekologi ini bertujuan untuk mewujudkan pembenahan, pelestarian, dan perbaikan alam. Ini adalah bentuk kehadiran Kemenag yang memberikan dampak langsung dan manfaat luas bagi masyarakat,” tutur Agus Susanto. Ia juga menambahkan bahwa program Kemenag Berdampak sebelumnya telah menyasar berbagai kegiatan sosial lainnya.

​Tidak Sekadar Menanam: Ada Edukasi dan Pemantauan

​Antusiasme positif juga datang dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, mengonfirmasi bahwa total bantuan pohon yang diterima desanya mencapai 327 bibit.

​”Setiap warga yang hadir saat ini menerima minimal tiga batang bibit secara langsung, dan sisanya akan dibagikan secara merata ke masyarakat sekitar. Kami tidak memfokuskan bantuan ini pada satu kelompok saja,” jelas Sutarno.

​Agar bantuan ini tidak sia-sia dan berakhir mati, pihak penyelenggara juga menggelar penyuluhan pertanian tentang cara menanam dan merawat bibit yang benar. Edukasi ini dipimpin langsung oleh praktisi pertanian dan lingkungan hidup, Dr. Eko Jatmiko Utomo.

​Menariknya, program ini dirancang dengan komitmen jangka panjang. FKG Eklesia dan pihak terkait akan melakukan pemantauan berkala setiap tahunnya untuk memastikan pohon-pohon tersebut tumbuh subur dan berbuah, sehingga dapat mendongkrak perekonomian warga Tegalmulyo.

​”Harapan saya, masyarakat menjadi tahu bagaimana cara menanam yang baik dan benar. Semoga dengan adanya penyuluhan ini, tanaman bisa lebih cepat berbuah dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi warga,” pungkas Sutarno.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *