Wisuda Ke-55 STT Tawangmangu: Meneguhkan Panggilan Pemimpin Kristen di Era Krisis Moral

Pendidikan87 Dilihat

KARANGANYAR – wartaintegritas.com – (10/6/2026)Sekolah Tinggi Teologi (STT) Tawangmangu kembali mengukir momen bersejarah melalui penyelenggaraan Wisuda ke-55 Tahun Akademik 2025/2026. Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi tonggak penting bagi para wisudawan dan wisudawati dalam menapaki babak baru kehidupan, sekaligus meneguhkan panggilan mereka sebagai pemimpin Kristen yang siap diutus ke tengah dunia.

Dengan mengangkat tema “Siap Dibentuk, Siap Dipakai: Kepemimpinan Kristen di Tengah Krisis Moral”, wisuda tahun ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga refleksi mendalam atas kondisi zaman yang diwarnai dengan krisis integritas, degradasi moral, dan tantangan kepemimpinan di berbagai sektor kehidupan. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa lulusan STT Tawangmangu dipanggil bukan sekadar menjadi sarjana, melainkan pribadi yang terus dibentuk dan siap dipakai Tuhan untuk membawa perubahan.

Rangkaian acara dimulai dengan prosesi masuk senat yang diikuti oleh seluruh civitas akademika, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa pembukaan, serta ibadah yang menghadirkan firman Tuhan sebagai pusat perenungan. Suasana penuh sukacita dan haru terasa ketika para wisudawan secara resmi dilantik dan menerima pengakuan atas perjuangan panjang mereka selama menempuh pendidikan.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Wisuda, Dr. Felicia Irawaty, M.A., M.Th, menyampaikan bahwa perjalanan akademik yang telah dilalui bukan hanya tentang pencapaian intelektual, tetapi juga proses pembentukan iman, karakter, dan integritas. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal dari panggilan pelayanan yang sesungguhnya, di mana para lulusan diutus untuk menjadi terang dan garam bagi dunia yang membutuhkan keteladanan.

Pesan yang sama ditekankan oleh jajaran yayasan, yang mengingatkan bahwa dunia saat ini tidak hanya membutuhkan individu yang cerdas, tetapi pribadi yang memiliki dampak nyata. Para wisudawan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu, nilai, dan iman yang telah diperoleh selama masa studi untuk menjawab berbagai persoalan sosial, moral, dan spiritual yang dihadapi masyarakat.

Ketua STT Tawangmangu, Pdt. Dr. Kalis Stevanus, M.Th, dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa krisis kepemimpinan dewasa ini berakar pada krisis karakter. Ia menegaskan bahwa kompetensi tanpa integritas akan menghasilkan kepemimpinan yang rapuh. Oleh karena itu, lulusan STT Tawangmangu diharapkan menjadi pemimpin yang tidak hanya “siap pakai” secara kemampuan, tetapi juga “siap dibentuk” dalam karakter Kristus sepanjang hidup mereka.

Puncak refleksi akademik dalam wisuda ini disampaikan melalui orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Pdt. Sonny Eli Zaluchu, yang menyoroti fenomena krisis moral global dan hilangnya kompas nilai dalam kehidupan modern. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan Kristen harus berakar pada relasi dengan Kristus, bukan sekadar kemampuan memimpin. Dalam konteks dunia yang mengalami disorientasi moral, pemimpin Kristen dipanggil untuk menghadirkan integritas, kerendahan hati, dan keberanian moral sebagai jawaban nyata.

Dari sisi wisudawan, perwakilan lulusan Yuli Berkatni, S.Pd menyampaikan ungkapan syukur dan apresiasi kepada dosen, orang tua, serta seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, doa, dan kebersamaan, sekaligus menjadi awal tanggung jawab untuk mengaplikasikan nilai-nilai pelayanan, kasih, dan integritas di tengah masyarakat.

Sebagai institusi pendidikan teologi yang telah berdiri sejak tahun 1968, STT Tawangmangu terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang unggul secara akademis sekaligus kuat secara spiritual. Dengan tiga pilar utama —pembentukan karakter, misi kontekstual, dan kepemimpinan transformative — STT Tawangmangu telah melahirkan ribuan alumni yang melayani di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Wisuda ke-55 ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan teologi tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan manusia seutuhnya. Di tengah dunia yang semakin kompleks dan penuh tantangan, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam setiap aspek kehidupan.

Dengan berakhirnya rangkaian acara, para wisudawan kini melangkah keluar dari kampus menuju ladang pelayanan yang lebih luas. Mereka diutus bukan hanya sebagai lulusan, tetapi sebagai pemimpin masa depan yang siap dibentuk, siap dipakai, dan siap membawa terang di tengah kegelapan zaman.

Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STT Tawangmangu. Kiranya setiap langkah pelayanan menjadi berkat bagi banyak orang. Soli Deo Gloria.

(Purwoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *