KLATEN — wartaintegritas.com — Dalam rangka meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha mikro, Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUMP) Kabupaten Klaten menggelar Pelatihan Manajemen Usaha dan Keuangan. Kegiatan yang menjadi bagian dari sub-kegiatan pengembangan usaha mikro yang diikuti oleh lima puluh pelaku usaha mikro se-Kabupaten Klaten.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu, 11–12 Agustus 2026, bertempat di Nursing Center PPNI Kabupaten Klaten, Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan. Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Penyelenggaraan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembenahan tata kelola dan manajemen usaha bagi para pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya di lokasi acara, Kepala DKUKMP Kabupaten Klaten Anang Widjatmoko, S.H., M.M. menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penguatan aspek manajerial yang kerap menjadi tantangan utama pelaku usaha mikro di lapangan.
”Pelatihan ini kami lakukan dalam rangka penguatan manajerial bagi pelaku UMKM. Selama ini, selain masalah kemasan, kendala utama yang sering dihadapi adalah pengelolaan manajerial dan keuangan,” ujar Anang.

Ia menuturkan, salah satu kebiasaan yang masih banyak ditemui pada pelaku UMKM adalah belum memisahkan antara keuangan pribadi atau keluarga dengan keuangan usaha. Hal tersebut kerap menjadi pemicu stagnasi perkembangan bisnis mereka.
”Banyak pelaku usaha yang belum memisahkan keuntungan untuk kepentingan keluarga dan modal usaha. Melalui pelatihan selama dua hari ini, kami menghadirkan pakar manajerial tingkat nasional dari Yogyakarta serta praktisi UMKM yang sudah sukses untuk memberikan arahan dan bimbingan langsung,” tambahnya.
Peserta pelatihan terdiri atas sebelas klaster usaha mikro yang tersebar di wilayah Kabupaten Klaten, mulai dari klaster makanan, batik, lurik, minapolitan, hingga berbagai sektor usaha kreatif lainnya.
Proses pendaftaran peserta sebelumnya dibuka secara transparan melalui media sosial resmi (Instagram) dan langsung mendapat respon cepat dari masyarakat. Kuota lima puluh peserta bahkan terpenuhi hanya dalam waktu dua hari sejak pendaftaran dibuka.
“Dengan digelarnya pelatihan ini, diharapkan para pelaku usaha mikro di Kabupaten Klaten dapat mengimplementasikan ilmu manajemen dan pengelolaan keuangan yang baik, sehingga usaha mereka dapat naik kelas dan tumbuh lebih profesional” Pungkas Anang.
(Benyamin Hadinagara)















