SMA Warga Surakarta Gelar Grand Final Pemilihan Putra-Putri Warga 2026, Sambut Tahun Baru Imlek 2577

Pendidikan165 Dilihat

SURAKARTA — wartaintegritas.com – SMA Warga Surakarta kembali meneguhkan perannya sebagai sekolah nasional yang menjunjung tinggi nilai karakter, prestasi, dan keberagaman budaya melalui kegiatan Grand Final Pemilihan Putra-Putri Warga (PPW) 2026 yang dirangkai dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Rabu (11/2/2026), bertempat di halaman sekolah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan Kepala SMA Warga Surakarta. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa Pemilihan Putra-Putri Warga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter peserta didik yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

“Putra-Putri Warga merupakan representasi profil lulusan SMA Warga, yakni peserta didik yang memiliki “good character & good competence”. Sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kemampuan dan bakat murid. Melalui kegiatan ini, kami mendorong peserta didik untuk berani tampil, mengembangkan potensi, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitar,” tutur Kepala Sekolah.

Ditegaskannya pula bahwa kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi minat dan bakat sekaligus penguatan nilai kepemimpinan, komunikasi, dan kepercayaan diri peserta didik.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengawas Pembina SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Abdul Munif, S.Pd., M.Hum. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap SMA Warga yang telah dikenal luas, baik di Kota Surakarta maupun di tingkat provinsi, sebagai sekolah yang konsisten mengembangkan pendidikan berbasis good character dan good competence.

“SMA Warga memiliki reputasi yang baik di Solo Raya dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Saya mengapresiasi upaya sekolah dalam membina karakter peserta didik. Kepada para grand finalis Putra-Putri Warga, tetaplah bersemangat dan raihlah hasil terbaik. Jadilah generasi yang membanggakan,” pesannya.

Lebih lanjut, Abdul Munif mengingatkan pentingnya dunia pendidikan untuk bersama-sama mencegah tiga dosa besar pendidikan nasional, yakni kekerasan seksual, perundungan (bullying), serta intoleransi dan radikalisme. Ia menilai SMA Warga telah mengambil peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta menghargai perbedaan.

“SMA Warga telah memberi contoh nyata dengan merawat kebhinekaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter,” tambahnya.

Grand Final Pemilihan Putra-Putri Warga 2026 diikuti oleh para finalis terbaik hasil seleksi ketat selama dua bulan. Para peserta menampilkan kemampuan public speaking, wawasan kebangsaan dan sekolah, serta kepribadian melalui sesi perkenalan, tanya-jawab, dan unjuk bakat. Dewan juri menilai secara objektif berdasarkan aspek sikap, komunikasi, kecakapan berpikir, dan penampilan.

Puncak acara ditandai dengan penetapan Juara Putra dan Putri Warga 2026 (Dwi Hatmoko -murid kelas XI dan Michel Sun – murid kelas X), yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh warga sekolah. Para pemenang diharapkan mampu menjadi duta SMA Warga yang menginspirasi serta berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal sekolah.

Usai penobatan Putra-Putri Warga 2026, rangkaian acara dilanjutkan dengan pertunjukan barongsai dan liong dari Yayasan Tri Pusaka Surakarta dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Atraksi penuh semangat tersebut menjadi simbol sukacita, harapan, dan doa akan keberuntungan di tahun yang baru. Dentuman genderang dan gerak dinamis barongsai berhasil memeriahkan suasana serta menarik perhatian seluruh peserta kegiatan.

Perayaan Imlek ini juga menjadi wujud nyata praktik pendidikan multikultural di SMA Warga. Melalui kegiatan lintas budaya tersebut, peserta didik diajak untuk belajar menghargai keberagaman sebagai kekayaan bangsa.

Melalui penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Putra-Putri Warga 2026 yang dirangkai dengan perayaan Imlek 2577 ini, SMA Warga Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, pengembangan potensi, serta penanaman nilai toleransi dan kebhinekaan. Diharapkan Putra-Putri Warga terpilih mampu menjadi figur teladan yang membawa semangat positif bagi sekolah dan masyarakat.

(Purwoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *