Sejarah Penciptaan Mars STII, Cerminkan Identitas, Visi, dan Semangat Pelayanan STII

Seni Budaya118 Dilihat

Oleh: Ps. Dul Soleh *)

Mars STII, yang sekarang kemudian disebut Mars STTII merupakan salah satu warisan berharga dalam perjalanan Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia (STII). Sejak pertama kali dikumandangkan pada tahun 1982, lagu ini telah menjadi simbol semangat panggilan, pengabdian, dan komitmen untuk memberitakan Injil. Mars STII terus dinyanyikan dalam ibadah, wisuda, pertemuan alumni, dan berbagai kegiatan resmi STII atau sekarang disebut STTII.

Seiring berjalannya waktu, sejarah lahirnya Mars STII mulai kurang dikenal. Hal ini terjadi karena para penciptanya, atas kesepakatan bersama, tidak mencantumkan nama pribadi, melainkan hanya menuliskan “Asrama Abraham” sebagai bentuk persembahan kepada almamater. Akibatnya, generasi berikutnya tidak lagi mengetahui secara utuh bagaimana lagu ini lahir dan siapa saja yang berperan dalam proses penciptaannya.

Atas dasar itulah, pada tahun 2026, para pelaku sejarah yang masih hidup bersepakat mendokumentasikan kembali sejarah penciptaan Mars STII berdasarkan kesaksian bersama, agar menjadi warisan sejarah yang dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

Dari suasana kebersamaan

Pada tahun 1982, kehidupan mahasiswa di Asrama Abraham STII Maguwoharjo, Yogyakarta, diwarnai dengan kehidupan doa, persekutuan, pembinaan rohani, serta semangat untuk mempersiapkan diri menjadi hamba-hamba Tuhan.

Dalam suasana kebersamaan itulah muncul kerinduan untuk memiliki sebuah lagu yang dapat mencerminkan identitas, visi, dan semangat pelayanan STII. Gagasan tersebut lahir secara sederhana, namun kemudian berkembang menjadi sebuah karya yang kelak dikenal sebagai Mars STII.

Dimulai dari sebuah melodi

Proses penciptaan dimulai ketika Dul Soleh memainkan sebuah melodi yang sebelumnya telah ia ciptakan. Melodi tersebut kemudian dipilih sebagai dasar untuk bait pertama dan bait kedua Mars STII.

Pada saat proses kreatif berlangsung, Victor Liu, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Asrama Abraham, mengusulkan agar isi lagu benar-benar mencerminkan identitas STII. Ia mengarahkan agar syair memuat tujuan STII 1:1:1 (Satu Desa, Satu Jemaat, Dicapai dalam Satu Generasi), pembentukan pribadi 3S (Sarjana, Suci, dan Setia), Alkitab sebagai otoritas tertinggi, serta semangat pemberitaan firman Tuhan secara ekspositori.

Berdasarkan gagasan tersebut, Dul Soleh, Fernando (Dodo F.) Lusikooy, dan Liu Ngiam Fa bersama-sama menyusun syair untuk bait pertama dan bait kedua.

Setelah kedua bait selesai, lagu tersebut masih belum memiliki refrein. Selanjutnya, Liu Ngiam Fa menyusun syair refrein yang menegaskan semangat perjuangan, iman, Amanat Agung, dan kuasa Roh Kudus. Berdasarkan syair tersebut, Fernando (Dodo F.) Lusikooy menciptakan melodi refrein sehingga Mars STII menjadi utuh.

Menurut kesaksian para pelaku sejarah, beberapa mahasiswa lain juga hadir dalam proses tersebut, ikut mendengarkan, memberikan semangat, dan menyanyikan lagu yang sedang disusun. Namun, proses penciptaan melodi dan syair dilakukan oleh Dul Soleh, Fernando Lusikooy, dan Liu Ngiam Fa, dengan Victor Liu memberikan arah konseptual mengenai isi lirik sesuai karakter dan visi STII.

Penyajian Perdana

Mars STII pertama kali dinyanyikan dalam Ibadah Kapel STII pada tahun 1982.

Penyajian perdana tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat mengharukan karena pada saat itu keluarga besar STII sedang berduka atas berpulangnya salah seorang pendiri STII, Pdt. Tony Fodekoa.

Pada kesempatan bersejarah itu, Gani Fonsius Kalangit mengiringi lagu dengan permainan gitar, sementara Dul Soleh memainkan harmonika sebagai pengiring tambahan. Seluruh penghuni Asrama Abraham STII bersama-sama menyanyikan Mars STII untuk pertama kalinya.

Perpaduan syair yang penuh semangat pengabdian dengan melodi yang kuat namun menyentuh menghadirkan suasana yang sangat mengharukan. Lagu tersebut menjadi penghiburan sekaligus membangkitkan kembali tekad civitas akademika untuk meneruskan visi pelayanan para pendiri STII.

Menurut kesaksian para pelaku sejarah, Mars STII sangat menyentuh hati seluruh hadirin, khususnya Dr. Chris Marantika dan Ibu Saria Marantika, para pendiri utama STII dan Yayasan Iman. Setelah mengetahui bahwa melodi refrein diciptakan oleh Fernando (Dodo F.) Lusikooy, Dr. Chris Marantika secara pribadi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepadanya.

Sejak saat itu, Mars STII mulai dinyanyikan dalam berbagai kegiatan resmi STII dan kemudian menjadi salah satu identitas yang melekat dalam perjalanan lembaga.

Sebuah bentuk persembahan

Setelah Mars STII selesai diciptakan, para penyusunnya sepakat untuk tidak mencantumkan nama pribadi sebagai pencipta. Mereka memilih menuliskan “Asrama Abraham” sebagai bentuk persembahan kepada STII dan sebagai ungkapan kerendahan hati, tanpa mengharapkan penghargaan ataupun pengakuan pribadi.

Keputusan tersebut lahir dari semangat untuk melayani Tuhan dan mengasihi almamater. Namun, setelah lebih dari empat puluh tahun berlalu, keputusan itu justru menyebabkan sejarah penciptaan Mars STII menjadi kurang dikenal.

Dalam perkembangannya, Mars STII mengalami beberapa perubahan pada aransemen dan transisi menuju refrein. Selain itu, kalimat “Itulah Motto STII” kemudian disesuaikan menjadi “Itulah Visi STII” mengikuti perkembangan istilah yang digunakan oleh lembaga. Perubahan tersebut tidak mengubah makna dasar lagu.

Data historis penciptaan

Berdasarkan kesaksian para pelaku sejarah, data penciptaan Mars STII adalah sebagai berikut:

Penggagas konsep lirik: Victor Liu (Ketua Asrama Abraham).  Melodi bait 1 dan bait 2: Dul Soleh.  Syair bait 1 dan bait 2: Dul Soleh, Fernando (Dodo F.) Lusikooy, dan Liu Ngiam Fa.  Syair refrein: Liu Ngiam Fa.  Melodi refrein: Fernando (Dodo F.) Lusikooy.

Tempat penciptaan: Asrama Abraham STII, Maguwoharjo, Yogyakarta.  Tahun penciptaan: 1982.  Penyajian perdana: Ibadah Kapel STII tahun 1982.  Pengiring penyajian perdana: Gani Fonsius Kalangit (gitar) dan Dul Soleh (harmonika).  Penyanyi penyajian perdana: Seluruh anggota Asrama Abraham STII.

Menjaga integritas sejarah

Dokumen ini disusun berdasarkan kesaksian dan persetujuan para pelaku sejarah yang terlibat langsung dalam proses penciptaan Mars STII. Tujuannya bukan untuk mencari penghargaan atau mengutamakan jasa pribadi, melainkan untuk menjaga integritas sejarah, menghormati setiap kontribusi yang telah diberikan, serta mewariskan fakta sejarah yang benar kepada generasi STII dan STTII di masa mendatang.

Kiranya Mars STII tetap menjadi warisan rohani yang mengingatkan setiap generasi akan semangat persaudaraan, kerendahan hati, dan panggilan untuk mengabarkan Injil hingga ke ujung bumi.

Yogyakarta, 29 Juli 2026

*) Penulis tinggal Di Yogyakarta,  Pendiri Yayasan Rumah Buah Hati, Gembala Senior Di GSI Livingstone Yogyakarta, Ketua Central Kristen Indonesia, dan Pendiri Komunitas Mandiri Villa Opa Doel Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *