SD Maria Assumpta Klaten Terapkan Program Makanan Bergizi (MBG) dengan Pendekatan Komunikatif  dan Transparan

Pendidikan225 Dilihat

KLATEN , wartaintegritas.com – SD Maria Assumpta Klaten telah melaksanakan program Makanan Bergizi (MBG) dari pemerintah dengan mengedepankan komunikasi dan transparansi kepada orang tua siswa ( senin,24/11/25).

 Pihak sekolah, di bawah koordinasi Ibu Yulita Nugraheni  biasa dipanggil bu Lita memastikan pelaksanaan program ini berjalan lancar sambil menghormati keputusan dan kekhawatiran orang tua, terutama terkait alergi dan keamanan pangan.

Program MBG ini merupakan hak anak dan bagian dari program pemerintah. Sekolah secara prinsip tetap menerima dan mengimbau agar tidak menolak program ini, namun proses penyalurannya disesuaikan dengan persetujuan orang tua.

 Persetujuan Orang Tua: Sekolah meminta data dan persetujuan tertulis secara fisik dari orang tua mengenai keikutsertaan anak dalam program MBG.

 Data Alergi: Pihak sekolah juga meminta data alergi anak-anak untuk memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi.

 Jumlah Penerima: Berdasarkan data Dapodik, jumlah penerima MBG di SD Maria Assumpta adalah 432 siswa.

 Siswa yang Tidak Setuju: Terdapat sekitar 43 siswa yang tidak disetujui orang tuanya untuk menerima MBG. Bagi anak-anak ini, makanan tidak disalurkan dan mereka diizinkan membawa bekal dari rumah.

MBG disalurkan berdasarkan data dari Dapodik, sehingga jumlah makanan yang diterima sekolah sesuai dengan total jumlah siswa penerima. Makanan yang seharusnya disalurkan kepada siswa yang tidak disetujui orang tua, dialokasikan untuk dikelola oleh pihak guru dan karyawan sekolah.

Pihak sekolah telah melakukan pengecekan langsung ke dapur penyedia MBG di SPPG Semangkak untuk memastikan kebersihan dan kualitas bahan baku.

 Kebersihan Dapur: Pihak sekolah melakukan kunjungan (tur dapur) dan memastikan tempat pengolahan makanan bersih, dan para pegawai mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

 Bahan Baku Segar: Menu dapat berubah sesuai ketersediaan bahan di pasar, yang menjamin bahan baku yang digunakan adalah fresh.

 Proses Pencucian: Proses pencucian tempat makan (tepak) sangat ketat, melalui tiga tahapan: air, sabun, air dingin, dan diakhiri dengan dibilas air panas mendidih.

 Pengujian Organoleptik: lita, selaku Penanggung Jawab  MBG di SD, melakukan pengujian organoleptik (melihat warna, membau, dan mencicipi) untuk memastikan keamanan makanan sebelum dibagikan.

 Kecukupan Gizi: Menu dinilai cukup lengkap dengan adanya karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta buah. Selain itu, pihak penyedia MBG selalu memberikan infografis mengenai jumlah kalori yang sesuai untuk siswa kelas kecil dan kelas besar, karena memang didukung oleh ahli gizi.

Lita berharap dengan adanya program ini dan melihat teman-temannya makan bersama dengan aman, orang tua yang tadinya tidak mengizinkan anaknya menerima MBG dapat berubah pikiran dan mengizinkan.

“Harapannya nanti misalkan anak-anak yang awalnya memang tidak dibolehkan oleh orang tua, kemudian melihat temannya makan bersama dan semuanya aman-aman saja, harapannya yang tadinya tidak boleh menjadi diperbolehkan,” ujar Lita.  Ia juga  menambahkan, program ini adalah hak anak dan tujuannya baik adanya, serta berharap total 432 siswa dapat menerima manfaatnya.

Ditempat terpisah Kepala SPPG Semangkak, Yuki Krishnan Atmaja,  menyebutkan bahwa program ini sementara melayani sekitar 3.400 penerima manfaat,termasuk yang di Sekolah Yayasan Winaya Bhakti, (KB,TK,SD dan SMP Maria Assumpta) meskipun jumlah ini masih dinamis.

​Yuki menegaskan bahwa penyaluran gizi dilakukan dengan prosedur yang sangat ketat dan harus legal. Setiap sekolah yang akan menerima bantuan wajib menandatangani MoU (Kesepakatan).

​”Kita undang ke sini, silakan lihat dapur, kita MoU, kesepakatan apa-apa, baru kita bisa kirim. Secara legalnya kita legal,” Tegas Yuki.

(Benyamin Hadinagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *