Rumah Mbah Pardiman di Ngampin Ambarawa Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Peristiwa205 Dilihat

KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Ditinggal pergi ke rumah tetangga beda RT, rumah milik Mbah Pardima (80) warga Lingkungan Krajan RT 04 RW 01, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa ludes terbakar pada Kamis (20/08/2026) malam sekitar pukul 21.58 WIB. Penyebab kebakaran diduga akibat terjadi konsleting arus listrik.

Informasi yang dihimpun awak media di lokasi kebakaran, bahwa saat kebakaran terjadi itu pemilik rumah Mbah Pardiman sedang berada di rumah tetangga hanya beda RT dan masih di Ngampin ini. Setelah mendapat kabar jika rumahnya terbakar, korban segera pulang dan dilihatnya api masih membara membakar rumahnya yang sebagian besar dari kayu jati.

“Saat rumahnya terbakar itu, Mbah Pardiman tidak di rumah dan sedang main di tetangga beda RT. Lalu, ada warga yang mencari Mbah Pardiman dan memberitahu untuk segera pulang karena rumahnya terbakar. Sampai dirumahnya, Mbah Pardiman masih melihat api yang membara dan warga sekitar bahu- membahu membantu petugas Damkar memadamkan api. Infonya, saat ditinggal pergi, Mbah Pardiman lupa mematikan televisi yang masih hidup. Diduga, terjadi korsleting listrik hingga api membesar melahap rumahnya,” terang Pak Ris, salah seorang tokoh masyarakat Krajan, Ngampin, Ambarawa kepada awak media, Jumat (21/08/2026) siang.

Sementara itu, Kepala Satpol PP & Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco membenarkan telah terjadi kebakaran yang menimpa rumah huni warga Krajan, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa. Penyebab kebakaran diduga terjadi korsleting arus listrik akibat lupa mematikan televisi saat ditinggal pergi.

“Dari keterangan sejumlah saksi, bahwa yang kali pertama melihat api di rumah korban Ibu Heny Setyawati (50) anak pemilik rumah. Saat itu, kaget melihat ada api yang membakar ruang tengah di rumah orang tuanya. Seketika itu, Ibu Heny langsung berteriak minta tolong dan teriakan itu didengar oleh Catur Novrianto, yang juga Ketua RT 04 RW 01 Krajan Ngampin,” kata Anang Sukoco.

Bahkan, Pak RT yang melihat api mulai membesar itu juga langsung teriak minta tolong dan warga sekitar langsung berdatangan ke rumah korban. Warga dengan alat seadanya mencoba memadamkan api, namun bukannya api mengecil tetapi justru semakin membesar. Salah satu warga lalu menghubungi Damkar Pos Ambarawa.

Anggota Damkar Pos Ambarawa yang menerima informasi kebakaran itu, langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pemadaman api. Kemudian, datang membantu pemadaman, petugas Damkar Pos Terpadu Bawen dan Posko Bergas.

“Kurang lebih satu setengah jam pemadaman api, api berhasil padam dan petugas Damkar langsung melakukan pendinginan lokasi kebakaran. Akibat kebakaran itu, untuk kerugiannya masih dalam penghitungan. Karena rumahnya ludes dilalap api dan kini tinggal puing-puing sisa kebakaran. Mbah Pardiman sementara tinggal di rumah anaknya yang bersebelahan rumahnya, tidak jauh dari rumah korban,” katanya.

Sedangkan, dari keterangan sejumlah warga tetangga korban, bahwa selama ini Mbah Pardiman tinggal sendirian di rumah teraebut. Namun, sejak beberapa bulan ini, ada yang menemani tinggal dirumah itu, yakni penjual pakaian asal Banyumas. Namun, saat kebakaran terjadi sedang pulang kampung di Banyumas. Stok pakaian yang ada di rumah Mbah Pardiman ikut ludes dilalap api.

“Api yang muncul dan cepat membesar membakar rumah itu, karena bangunan rumah dari kayu dan sebagian besar kayu jati. Kini, hanya tinggal puing-puing dan bagian teras saja yang utuh,” terang Pak Ris, salah seorang tokoh masyarakat Krajan, Kelurahan Ngampin kepada awak media, Jumat (21/08/2026) siang.

Lebih lanjut Pak Ris menambahkan, bahwa kebakaran itu diduga akibat konsleting listrik. Diduga, Mbah Pardiman lupa mematikan televisi saat ditinggal pergi ke tetangga lain RT. Sebenarnya, sebelum pergi sudah diingatkan anaknya agar televisi dimatikan. Namun, Mbah Pardiman tidak mematikannya dan langsung pergi.

“Saat rumahnya terbakar, anak-anak Mbah Pardiman yang di luar Ambarawa pas datang. Anak yang dari Kalimantan juga datang dan anak yang satu lagi tinggal di Pingit, setelah mendapatkan kabar kebakaran, malamnya langsung datang ke Ngampin. Untuk sementara, Mbah Pardiman tinggal di rumah anaknya yang masih bersebelahan,” tandas Pak Ris.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *