PPNI Kabupaten Klaten Gelar Seminar Stunting, Fokus Pencegahan Sejak Usia Dini

Peristiwa337 Dilihat

KLATEN, wartaintegritas.com – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Klaten menggelar Seminar Stunting di kantor PPNI Jalan Wilis, Mlaran Ds. Nglinggi, Klaten (Sabtu,13/12/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Klaten Mas Hamenang Wajar Ismoyo. PPNI menunjukkan peran aktifnya dalam upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar stunting yang menjadi salah satu dari dua agenda utama PPNI, selain lomba paduan suara.

Ketua panitia Ibu Daryani, S.Kep., Ns., M.M.Kep. menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan semua hal terkait stunting kepada kader kesehatan dan seluruh anggota perawat di Klaten.
“Tujuan dari PPNI ini adalah PPNI Nyawiji Ngatasi Stunting,” ujar Ibu Daryani dan menambahkan “Dengan adanya seminar ini, diharapkan semua informasi terkait dengan stunting itu bisa terinformasikan ke kader dan semua anggota perawat di Kabupaten Klaten, sehingga bisa berkontribusi dalam mengatasi stunting di Kabupaten Klaten.”

Poin-Poin Penting yang Disampaikan
Seminar ini mencakup beberapa materi utama yang dianggap krusial dalam penanganan stunting:

  1. Kebijakan Daerah: Paparan mengenai kebijakan-kebijakan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mengatasi stunting, yang disampaikan oleh perwakilan dari Bupati.
  2. Peran Perawat: Pembahasan khusus mengenai peran perawat dalam penanggulangan stunting di Klaten.
  3. Pencegahan Stunting: Materi dari Dinas Kesehatan yang masih berfokus pada upaya pencegahan stunting.

Narasumber dalam seminar ini adalah Ibu Bekti Sayekti dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dan Bapak Dwi Miyono, Kepala Puskesmas.

Sasaran dan Pendekatan Terbaru

Sasaran utama kegiatan ini adalah seluruh kader kesehatan di Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Dinas Sosial serta seluruh perawat dan organisasi wanita di Klaten.

Ibu Darhiani menyoroti pendekatan terbaru dalam penatalaksanaan stunting, yang kini tidak hanya berfokus pada bayi yang lahir, tetapi juga pada pencegahan yang dimulai sejak dini.

“Pendekatan terbaru dalam pelaksanaan stunting kali ini adalah bahwa kita mengatasi stunting tidak hanya pada saat bayi itu lahir, tetapi dari remaja sudah ada pendekatan sehingga pencegahan stunting bisa lebih awal.” katanya

Pendekatan pencegahan stunting yang efektif mencakup:

  • Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
  • Pemberian makanan tambahan.
  • Intervensi sejak masa remaja, menikah, hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan.

Peran Perawat dan Indikator Keberhasilan

Perawat memiliki peran yang sangat banyak dalam pencegahan stunting, meliputi penyampaian informasi dan keilmuan, serta terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan deteksi dini pada anak yang berisiko stunting.

Selain tinggi badan (fisik), indikator keberhasilan penatalaksanaan stunting juga mencakup:

  • Kepandaian atau IQ yakni Memastikan tingkat kecerdasan tidak rendah.
  • Perkembangan Piskososial, Perkembangan yang tidak hanya fisik, tetapi juga sosial dan mental.

Meskipun secara angka terdapat penurunan kasus stunting di Klaten, Ibu Darhiani menyatakan bahwa PPNI terus berupaya meningkatkan kontribusi dalam penanganan masalah kesehatan ini.

(Benyamin Hadinagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *