Polresta Surakarta: Hindari Perang Sarung di Kalangan Remaja!

Pendidikan196 Dilihat

SURAKARTA – wartaintegritas.com –  Mengawali hari pertama masuk sekolah setelah libur awal puasa, Senin 23/02/2026, SMA Warga menggelar apel pagi yang sarat makna dan pembinaan karakter. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan sekolah ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen kedisiplinan siswa dalam memasuki bulan suci dengan sikap yang lebih tertib, bijak, dan bertanggung jawab.

Apel pagi kali ini diisi dengan pembinaan dari Polresta Surakarta yang diwakili oleh IPDA Sutarmi, S.H. Kehadiran aparat kepolisian di tengah-tengah siswa menjadi bentuk sinergi nyata antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum dalam membangun generasi muda yang sadar hukum.

Dalam amanatnya, IPDA Sutarmi menyoroti fenomena “perang sarung” yang kerap muncul di kalangan remaja, khususnya pada momentum bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa aktivitas yang sering dianggap sebagai tradisi atau permainan tersebut dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan dan berimplikasi hukum. Para siswa diingatkan untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada maraknya judi online yang kini menyasar pelajar melalui gawai pribadi. IPDA Sutarmi menjelaskan bahwa judi online bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecanduan, merusak konsentrasi belajar, hingga memicu masalah ekonomi dalam keluarga. Ia mengajak siswa untuk menjauhi praktik tersebut serta berani berkata tidak terhadap ajakan yang merugikan masa depan.

Materi pembinaan berikutnya menyentuh persoalan pinjaman online ilegal. Banyak kasus bermula dari ketidaktahuan dan kurangnya literasi digital, sehingga pengguna terjebak bunga tinggi serta intimidasi penagihan. Siswa diminta berhati-hati dalam memberikan data pribadi dan tidak mudah tergiur tawaran finansial instan di dunia maya.

Tak kalah penting, penyalahgunaan media sosial juga menjadi topik pembahasan. IPDA Sutarmi menekankan pentingnya etika digital, termasuk tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang melanggar norma hukum dan kesusilaan. Ia mengingatkan bahwa jejak digital bersifat permanen dan dapat memengaruhi masa depan pendidikan maupun karier seseorang.

Kepala SMA Warga, Aditya Noor Cahya Perdana, S.Pd., Gr., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan dari Polresta Surakarta. Beliau menegaskan bahwa hari pertama pascalibur awal puasa adalah waktu yang tepat untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, serta kesadaran hukum siswa.

“Momentum bulan puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perilaku negatif. Sekolah berkomitmen membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dan taat hukum,” ungkap beliau.

Apel pagi berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari seluruh siswa. Di akhir kegiatan, para siswa diajak untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai sarana pembinaan diri, memperkuat nilai moral, serta menjaga nama baik sekolah, keluarga, dan diri sendiri.

Melalui kegiatan ini, SMA Warga kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran hukum generasi muda.

(Purwoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *