KLATEN — wartaintegritas.com — Pemerintah Desa Ngawonggo bersama komando kewilayahan dan instansi terkait menggelar kegiatan Rembuk Stunting Desa Ngawonggo Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PKK Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Senin (13/7/2026).
Rembuk stunting ini merupakan forum musyawarah penting yang bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Fokus utamanya adalah melakukan percepatan penurunan angka stunting secara terpadu melalui perencanaan program yang terarah dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan strategis ini: Indah Haryati, S.E., M.Si. (Kasi PPM Kecamatan Ceper, mewakili Camat Ceper), Kopka Sarwono (Babinsa Desa Ngawonggo Koramil 23/Ceper Kodim 0723/Klaten),
Rosyan (Ahli Gizi, mewakili Kepala Puskesmas Kecamatan Ceper), Nindita (Sekretaris Desa, mewakili Kepala Desa Ngawonggo),
Asropan (Ketua BPD Desa Ngawonggo), Fitri (Ketua TP PKK Desa Ngawonggo)
Heni (Pendamping Desa Ngawonggo), dan ibu-ibu pengurus Posyandu Desa Ngawonggo.
Langkah Strategis Pengentasan Stunting
Dalam forum tersebut, para peserta merumuskan berbagai langkah strategis untuk pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Desa Ngawonggo. Beberapa poin utama yang disepakati meliputi:
Peningkatan Pelayanan: Mengoptimalkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak.
- Pemenuhan Gizi: Memastikan kecukupan asupan gizi untuk balita berisiko.
- Revitalisasi Posyandu: Mengoptimalkan peran dan fungsi kader Posyandu sebagai garda terdepan.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat komitmen bersama antarinstitusi dalam mendukung program kesehatan masyarakat.
Komitmen TNI Mengawal Kesehatan Warga
Di sela-sela kegiatan, Babinsa Desa Ngawonggo Kopka Sarwono menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir mendampingi masyarakat, khususnya dalam menyukseskan program-program kesehatan dari pemerintah nasional maupun daerah.
“Kami sebagai aparat teritorial siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Keberhasilan program ini memerlukan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak agar dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Kopka Sarwono.
Melalui Rembuk Stunting 2026 ini, diharapkan komitmen yang telah terbangun dapat segera dieksekusi dalam bentuk program kerja terpadu. Langkah konkret ini dinilai krusial guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul di Desa Ngawonggo.
Koramil 23/Ceper Kodim 0723/Klaten pun memastikan akan terus mengawal dan mendampingi berbagai program pembangunan di wilayah binaan sebagai wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
(Benyamin Hadinagara)
















