Percaya, Pergi, dan Bersaksi: Pesan Mendalam dari Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus di Gereja Maria Asumpta Paroki Klaten

Peristiwa292 Dilihat

KLATEN – wartaintegritas.com — Umat Katolik di Paroki Maria Asumpta Klaten merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga dengan penuh khidmat. Perayaan ini dilaksanakan dalam tiga jadwal misa, dimulai pada Rabu malam (13/05) pukul 19.00 WIB, serta dua misa pada hari Kamis (14/05) pukul 07.00 pagi dan 18.00 sore.

​Misa pembuka pada Rabu malam dipimpin langsung oleh Romo Mateus Seto Dwiadityo, Pr. Dalam homilinya, Romo Seto menekankan bahwa peristiwa kenaikan Yesus bukanlah sebuah perpisahan yang menyedihkan, melainkan awal dari sebuah misi besar bagi setiap orang beriman.

​Bukan Sekadar “Wisuda” Spiritual

​Romo Seto membuka homili dengan sedikit kelakar mengenai istilah “wisuda” yang kini marak digunakan di berbagai jenjang. Namun, beliau menegaskan bahwa Kenaikan Yesus memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar seremoni kelulusan.

​”Injil Matius menampilkan peristiwa kenaikan sebagai awal dari sebuah misi. Jika kita mendengar kata misi, jangan hanya berpikir pergi ke tempat jauh seperti para Romo yang bertugas di tanah misi Sumatera. Misi itu dimulai dari tengah keluarga kita sendiri,” ujar Romo Seto.

​Tiga Kata Kunci: Percaya, Pergi, dan Bersaksi

​Mengacu pada bacaan Injil Matius, Romo Seto merangkum tiga pesan utama yang harus dihidupi oleh umat:

  1. ​Percaya: Romo mengingatkan bahwa para murid pun sempat ragu saat melihat Yesus. Namun, percaya berarti tetap berpaut dan mengarahkan diri kepada Tuhan meski di tengah keragu-raguan hidup.
  2. ​Pergi: Umat diutus untuk bergerak. “Pergi” dalam konteks ini bukan berarti “mengusir” atau “minggat”, melainkan menjalankan tugas perutusan di mana pun kita berada.
  3. ​Bersaksi: Ini adalah inti dari kehidupan orang beriman. Romo Seto menegaskan bahwa bersaksi tidak harus dengan kata-kata tinggi atau pamer ibadah.

​”Kita tidak usah teriak-teriak ‘Saya orang Katolik, saya misa tiap hari’. Cukup dengan jujur dalam bekerja, mau berbagi dengan yang miskin, dan mampu mengampuni meski disakiti terus-menerus. Itulah kesaksian yang nyata,” tegasnya.

​Menguatkan

​Menutup homilinya, Romo Seto mengajak paranormal umat untuk tidak takut karena Yesus telah berjanji akan menyertai para murid-Nya sampai akhir zaman. Dunia saat ini, menurutnya, tidak hanya menunggu khotbah atau kata-kata, tetapi sangat merindukan kesaksian nyata dari orang-orang yang sungguh percaya.

​Perayaan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari umat Klaten yang hadir memenuhi gereja untuk menghormati hari raya yang disetarakan dengan hari Minggu ini.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *