Pemkab Klaten Resmikan Palang Pintu Otomatis Mbah Ruwet dan Taji, Wujudkan Keamanan Perlintasan Rawan Kecelakaan

Peristiwa82 Dilihat

KLATEN,  wartaintegritas.com  – Pemerintah Kabupaten Klaten secara resmi mengoperasikan dua unit palang pintu perlintasan kereta api otomatis di perlintasan Mbah Ruwet di Dukuh Tegalduwur, Desa Pokak, Kecamatan Ceper, serta di Desa Taji, Kecamatan Prambanan. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Fajar Ismoyo, pada Selasa (21/10/2025).

Pembangunan palang pintu ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Klaten untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di jalur perlintasan kereta api yang tergolong rawan kecelakaan.

Dalam keterangannya, Bupati Hamenang menyampaikan bahwa perlintasan di wilayah Pokak sudah lama menjadi perhatian karena memiliki tingkat risiko tinggi bagi pengguna jalan.

“Kita mengingat kejadian sekitar 15 tahun yang lalu, di mana perlintasan rel kereta api ini sangat rawan dan sudah memakan korban cukup banyak. Tragedi itu menjadi pengingat kuat akan pentingnya fasilitas keamanan ini,” ujar Hamenang, merujuk pada peristiwa kelam yang terjadi sekitar 15 tahun lalu, di mana kecelakaan di titik ini merenggut belasan nyawa.

Bupati Hamenang menambahkan, kawasan Ceper merupakan kawasan industri dengan lalu lintas yang padat, sehingga keselamatan warga menjadi prioritas. Proyek yang bersumber dari APBD Klaten ini dianggarkan pada tahun 2025 dan pengerjaannya memakan waktu sekitar dua bulan.

Selain faktor kerawanan, kedua titik perlintasan ini dipilih karena memiliki potensi wisata dan aktivitas masyarakat yang tinggi.

“Kami ingin masyarakat dan wisatawan bisa merasa aman dan nyaman saat melintas. Di Pokak ini dekat dengan wisata Sendang Srinongko, sementara di Taji karena di sana ada Candi Kembar dan kawasan wisata Candi Prambanan,” terang Hamenang.

Kepala Dusun Tegalduwur, desa Pokak,  Apriliana menyampaikan apresiasi kepada Bupati Klaten atas langkah konkret ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Mas Bupati Hamenang karena selama ini perlintasan Mbah Ruwet masih dijaga secara manual. Sekarang sudah ada palang otomatis, tentu ini sangat bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Apriliana juga menuturkan bahwa perlintasan Mbah Ruwet dikenal memiliki nilai historis dan cerita mistis tersendiri. Sebelumnya perlintasan ini memang sering terjadi kecelakaan, bahkan anggota penjaga palang sendiri ada yang meninggal.

Palang pintu otomatis ini akan dijaga oleh petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten selama 24 jam. Apriliana berharap, meskipun sudah otomatis, masyarakat tetap hati-hati dan waspada. “Walaupun sudah otomatis, pengawasan tetap perlu,” pungkas Aprilia.

Kepala Dishub Klaten, Supriyono S.Sos,  juga mengingatkan, kewaspadaan pengguna jalan tetap nomor satu meskipun sudah ada palang pintu. “Lebih baik berhenti sebentar tengok kanan-kiri baru melintas,” pesannya.

(Benyamin Hadinagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *