Apel Hari Santri Nasional Ambarawa, Kapten Infanteri Adik Sunarto Ajak Jaga Martabat Kemanusiaan untuk Indonesia

Peristiwa662 Dilihat

KAB. SEMARANG, wartaintegritas.com –  Sejak ditetapkannya Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowidodo, 22 Oktober 2015, maka setiap tahun diadakan peringatan Hari Santri Nasional.  Di tahun 2025 peringatan Hari Santri Nasional mengambil tema: Mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia

Peringatan hari Santri Nasional di Kecamatan Ambarawa dilakukan Apel bersama Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dengan ranting-rantingnya, wakil-wakil sekolah dan Forkompimcam Ambarawa di Lapangan Tambakboyo Ambarawa, Rabu Pahing 22 Oktober 2025,  Kapten Infanteri Adik Sunarto Danramil 09 Ambarawa bertindak sebagai Inpektur Apel.

Teruskan Perjuangan Santri di Era Kemerdekaa Indonesia

Dalam amanatnya, Kapten Infanteri Adik Sunarto menekankan supaya para santri meneruskan perjuangan santri saat melawan penjajah dan kiprah santri di awal-awal pemerintahan NKRI, selain itu Adik Sunarto juga berharap semua komponen bangsa memiliki keteguhan dalam menjunjung tinggi  nilai-nilai kebangsaan

“Dulu ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga perang, berperang melawan penjajah dengan senjata bambu runcing yang terlebih dahulu didoakan Kiai Subchi Parakan Temanggung, mereka tidak gentar melawan musuh,” ujar Adik Sunarto. 

Kapten Infanteri Adik Sunarto bersama Pengurus MWC NU, AKP Ririh Widiastuti Kapolsek Ambarawa (Foto: Suyito Basuki)

“Pada masa ketika Indonesia sudah memproklamirkan diri sebagai negara merdeka, santri juga tidak absen.  KH Wahid Hasyim, ayah KH Abdurrachman Wahid  adalah salah satu santri yang terlibat secara aktif dalam pemerintahan di awal-awal kemerdekaan, bersama santri-santri  dan tokoh agama lain turut memperjuangkan kemaslahatan umat agama-agama di Indonesia,” lanjut Adik Sunarto.

“Hari Santri tidak hanya milik santri semata, tetapi milik semua komponen bangsa  yang memiliki keteguhan dalam menjunjung tinggi  nilai-nilai kebangsaan.  Kapten mengajak napak tilas perjuangan santri dengan menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia,” pungkas Danramil 09 Ambarawa ini.

Santri Tidak Nggruduk Trans 7

Ditemui terpisah, Choiri (49) pengurus MWC bagian Lembaga Kesehatan NU (LKNU) menyebutkan bahwa Apel Hari Santri Nasional Kecamatan Ambarawa ini bertujuan untuk memperkenalkan generasi muda terhadap visi dan misi santri.  Choiri pemilik sebuah klinik di daerah Baran Gurung ini menyebutkan beberapa sekolah yang turut berpartisipasi dalam apel, antara lain SMA N 1 Ambarawa, MI Baran, SMPI Baran dan lain-lain.

Pawai usai apel (Foto: Suyito Basuki)

Rohim (47) dari ranting Pasekan berharap dengan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, santri bisa lebih maju lagi dan mempunyai martabat.  Saat ditanya konflik yang terjadi akibat pemberitaan Trans 7 terhadap kehidupan santri yang sempat memicu kontroversial dan berlanjut dengan santri mendatangi kantor Trans 7 Jakara, Rohim memberi penjelasan bahwa itu bukan penggerudukan, melainkan istighosah.

“Bukan nggruduk, karena  tidak ada kegiatan merusak, santri hanya berdoa supaya  ke depan tidak lagi terulang kejadian yang sama seperti yang diberitakan Trans 7 tentang santri yang kontroversial dan kemudian ada musyawarah,” demikian ujar Rohim yang daerah tempat tinggalnya terkenal dengan produk nasi jagungnya ini.

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *