Pawai Pembangunan & Budaya” Kabupaten Semarang Diikuti 85 Kontingen

Berita461 Dilihat

KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Sebanyak 85 kontingen dari berbagai kategori menjadi peserta karnaval yang dikemas dengan “Pawai Pembangunan & Budaya” Kabupaten Semarang – dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (30/08/2026). Kontingan itu terdiri atas peserta jalan kaki pelajar (gugus/TK/SD) sejumlah 8 kontingen, pejalan kaki pelajar SMP/SMA/SMK (10 kontingen), pejalan kaki umum (dari kelurahan/desa, instansi swasta, komunitas, dinas/instansi lingkungan Pemkab Semarang, BUMD, dan BUMN) 23 kontingen, serta peserta mobil hias ada 44 kontingen.

Tempat pemberangkatan pawai di tahun 2026 ini ada dua lokasi. Peserta jalan kaki pelajar dan umum diberangkatkan dari Alun-Alun Tambakboyo – Katang/Jalan Soetomo – SD Kupang 01 – Jalan Jenderal Sudirman – Pasar Projo – dan finis di depan Kuliner Ambarawa sekaligus Panggung Kehormatan. Sedangkan peserta mobil hias start dari Lapangan Pangsar Sudirman – Alun alun Tambakboyo lalu mengikuti rute pejalan kaki dan semua peserta finis di Kuliner Ambarawa.

“Karnaval yang dikemas dengan Pawai Pembangunan dan Budaya ini, intinya sebagai wadah dalam rangka merawat kebersamaan lintas generasi dan memperkuat persatuan. Sebanyak 85 kontingen mengikuti pawai dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Semarang dan ditempatkan di Kecamatan Ambarawa,” jelas Wiwin Sulistyowati, di sela pawai.

“Sebelum mengakhiri karnaval, seluruh kontingen menunjukkan atau menampilkan kreasi seninya dihadapan Bupati & Wakil Bupati Semarang, Forkopimda beserta tamu undangan di depan panggung kehormatan. Penampilan kreasi tersebut dilakukan penilaian oleh tim juri khusus,” ujar Wiwin S.

Di sela kemeriahan karnaval/pawai pembangunan ini, penonton justru “disuguhi” pemandangan yang kurang pas, yakni salah satu kontingen pejalan kaki dari kategori pelajar SMP, sengaja menyusupkan tambahan peserta dengan jumlah banyak untuk langsung bergabung dengan kontingen utama saat menampilkan kreasi seninya di depan panggung kehormatan.

“Kami melihat caranya uang dilakukan tidak sopan, karena sengaja menyusupkan anak-anak menjadi peserta tambahan dalam jumlah banyak ke dalam barisan. Ini dilakukan saat kontingan pelajar SMP itu di depan panggung kehormatan. Melihat ada yang mengarahkan anak-anak, hal ini nampaknya sengaja dilakukan oleh pihak sekolah itu. Kemungkinan tidak hanya dilakukan sekali ini saja pada karnaval tahun 2026. Bisa saja, tahun-tahun sebelumnya juga melakukan model penyusupan tambahan peserta seperti sekarang ini. Yang sangat disayangkan, anak-anak sengaja diarahkan oleh beberapa orang untuk segera masuk dalam barisan,” ujar H Wiyanto (59) didampingi sejumlah warga yang juga penonton di kawasan panggung kehormatan.

Sementara itu, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha dan Wakil Bupati Hj. Nur Arifah beserta Forkopimda dan tamu undangan nampak penuh semangat turut menyambut para kontingen dari panggung kehormatan. Bahkan, akhirnya turun dari panggung kehormatan dan menyambut para peserta. Sebelum mengakhiri kegiatan pawai, Bupati Semarang beserta Forkopimda bergabung bareng peserta dengan berjoget bersama di depan panggung kehormatan.

“Karnaval pawai pembangunan ini merupakan puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Semarang. Harapannya, masyarakat terus menjaga persatuan dan gotong-royong dalam mewujudkan Kabupaten Semarang “Berdikari”,” tandas H. Ngesti Nugraha.


(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *