Operasi Patuh Candi 2026, Kapolres Semarang AKBP Heru Berikan Edukasi dan Apresiasi kepada Pengendara

Berita64 Dilihat

KAB. SEMARANG – wartaintegritas.com – Satlantas Polres Semarang menggelar kegiatan edukasi dan apresiasi kepada pengguna jalan dalam rangka Operasi Patuh Candi (OPC) 2026. Selain melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, operasi ini juga mengedepankan langkah preemtif dan edukatif melalui kegiatan glorifikasi keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan tersebut berlangsung di kompleks lampu lalu lintas (traffic light) Alun-Alun Lama Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (29/10/2026).

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., hadir langsung didampingi Kasat Lantas AKP Bagus Satya Dhira, S.Tr.K., S.I.K., serta personel Satbinmas dan Satlantas Polres Semarang.

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Heru turun langsung menyapa para pengguna jalan sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya keselamatan berkendara. Perhatian khusus diberikan kepada pengendara sepeda motor yang membonceng penumpang tanpa menggunakan helm, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, Kapolres juga membagikan helm kepada sejumlah pengendara. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penggunaan perlengkapan keselamatan merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan saat berkendara.

Sebaliknya, bagi pengguna jalan yang telah tertib berlalu lintas, Kapolres memberikan apresiasi berupa cokelat dan bunga. Penghargaan tersebut diberikan kepada pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan mereka terhadap peraturan lalu lintas.

“Keselamatan berlalu lintas membutuhkan kesadaran dari seluruh pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi, tetapi harus tumbuh dari kesadaran untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain,” terang AKBP Heru Dwi Purnomo.

Ia menegaskan bahwa Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama.

“Karena itu, hari ini kami memberikan edukasi sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang sudah tertib berlalu lintas,” tambahnya.

Kapolres juga mengingatkan pengendara sepeda motor agar selalu menggunakan helm sesuai standar keselamatan. Sementara itu, pengemudi dan penumpang mobil diimbau untuk menggunakan sabuk pengaman (safety belt) demi mengurangi risiko cedera fatal apabila terjadi kecelakaan.

Pelanggaran Didominasi Kendaraan Roda Dua

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Semarang AKP Bagus Satya Dhira menjelaskan bahwa kegiatan glorifikasi keselamatan berlalu lintas merupakan salah satu langkah preemtif dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026.

Menurutnya, edukasi dan imbauan kepada masyarakat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.

“Selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, pelanggaran yang ditemukan, baik melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun penindakan konvensional, masih didominasi kendaraan roda dua atau sepeda motor,” jelas AKP Bagus.

Pelanggaran yang ditemukan antara lain pengendara tidak menggunakan helm, kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong, kendaraan tanpa spion, serta penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai aturan.

Adapun pelanggaran pada kendaraan roda empat atau mobil didominasi oleh pengemudi maupun penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman.

AKP Bagus berharap, Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya menjadi momentum penindakan, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin disiplin dalam berlalu lintas.

“Kami berharap tertib berlalu lintas dapat menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat sehingga angka kecelakaan maupun fatalitas di jalan raya dapat terus ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Satlantas Polres Semarang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama saat berada di jalan raya.

Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, seluruh pengguna jalan diharapkan berperan aktif menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas demi menekan fatalitas kecelakaan serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah Kabupaten Semarang.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *