Novel: Menguak Takdir Menepis Mimpi (12)

Peristiwa470 Dilihat

Oleh: Erna Widyaningsih*)

8. Hikmah dari Sebuah Cobaan

Hari demi hari berlalu.Tahun demi tahunpun telah berlalu. Kutapaki hidup ini dengan pasti, tanpa bimbang dan ragu lagi. Karena hidup bersama orang – orang yang dicintai di sekitar kita, alangkah bahagianya. Aku sudah bisa berkumpul dengan suami, anak, ibu dan saudara – saudaraku di Semarang membuat hati ini sangat bahagia.

            Pernah terbersit kesedihan saat ingat peristiwa kebakaran yang membuat suamiku jadi kehilangan usahanya, kepergian anak laki – lakiku. Tapi ku tahu semua akan ada hikmah di balik semua peristiwa – peristiwa yang ku alami, yang terjadi.

            “ Bu, seminggu lagi akan ada lomba guru berprestasi, sebagai kepala sekolah saya menunjuk ibu untuk mewakilinya”, kata pak Imam kepala sekolahku ketika ku di panggil ke ruangan kepala sekolah.

“ Maaf pak, apa saya mampu?”, sahutku

“ Saya yakin, ibu mampu. Ini saya pinjami buku – buku sumber dan contoh – contoh soal lomba tolong dipelajari”, pak Imam menyodorkan beberapa buku dan kumpulan soal lomba padaku.

Aku tidak habis pikir dengan pak kepala sekolah, aku yang baru beberapa tahun di SMA ini kok malah langsung dipilih untuk mewakili lomba guru berprestasi, kenapa tidak guru lain yang lebih senior.

Apa aku mampu? Tapi karena aku sudah dipercaya sekolahan untuk mewakilinya maka aku bertekat tidak akan mengecewakannya. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mengerjakan soal nanti semaksimal mungkin. Meski waktunya hanya seminggu, aku belajar seperti jaman SMA atau kuliah dulu.

Waktunya telah tiba untuk lomba guru berprestasi. Dengan bantuan suami tercinta aku diantar sampai tempat lomba.Tiap hari aku ditemani belajar sampai larut malam. Meski mas Hans hanya menemani, tapi rasanya ayem, mantap, percaya diri.

Dengan tetap semangat aku ikut lomba tahap demi tahap. Lomba di adakan 2 hari. Yang hari ke 2 adalah prakteknya. Aku bisa jadi penyaji, pemakalah, penyanggah, penanya. Dan aku berusaha sekuat tenaga untuk melalui tahap demi tahap lomba. Dan aku bisa menyelesaikan dengan lancar, meski belum tahu hasilnya.

Pengumuman hasil lomba tibalah saatnya. Ternyata aku mendapat juara ke 2. Antara percaya dan tidak aku melihat surat pengumuman yang diberikan padaku. Syukur Ya Allah, kupanjatkan doa syukur padaMu, atas semua karuniaMu yang sudah diberikan padaku.

 “Apa betul ini, tidak bohong?” kataku pada mbak Nanik TU sekolahku.

“ Lha, tulisannya gimana bu ?”, kata mbak Nanik bingung melihatku.

Sambil tersenyum aku berlalu.

———————————–

Bertepatan tanggal 17 Agustus, dengan memakai seragam Korpri aku dapat undangan dan ikut upacara untuk memperoleh hadiah lomba Guru Berprestasi di dinas pendidikan. Mas Hans menemaniku ke tempat upacara,menunggu di luar lapangan upacara dinas pendidikan. Ternyata di sana dihadiri oleh bapak ibu guru yang juara lomba apa saja tingkat kabupaten semua jenjang dari TK, SD, SMP dan SMA, termasuk lomba Guru Berprestasi, sebagai tamu undangan peraih penghargaan.Ketika pada kesempatan itu kudipanggil namanya untuk maju memperoleh hadiah dan penghargaan rasanya sangat bangga dengan apa yang sudah kudapatkan. Terimakasih Tuhan.

——————————-

Tahun 2007, awal adanya sertifikasi guru SMA. Waktu itu aku dapat panggilan untuk ikut melengkapi berkas sertifikasi dan akan dinilai. Kalau aku memenuhi syarat berarti dengan portofolio, aku selanjutnya bisa dapat sertifikasi. Maka kukumpulkan berkas – berkas untuk portofolio, ada sertifikat pelatihan, keikutsertaan membuat soal, mgmp, membuat karya inovatif. Dan yang membuat nilaiku tinggi adalah karena piagam penghargaan aku jadi juara guru berprestasi. Ternyata nilai yang kukumpulkan setelah direkap hasilnya tinggi juga hampir 1000, padahal minimal 850. Kalau disetujui semua berati aku lolos.

Pengumuman hasil sertifikasi tibalah, hatiku rasanya dag dig dug saat membuka surat pengumuman.Setelah kubuka surat pemberitahuan ternyata hasilnya di luar perkiraanku dari dua penilai hanya selisih sedikit dan nilaiku yang kudapat dari penilai pertama 998 dan dari penilai kedua 996. Jadi aku memenuhi syarat untuk mendapat sertifikasi untuk kuota tambahan dengan jalur portofolio.

Aku merasa sangat senang sekali dan terharu bisa mendapat sertifikasi lebih dulu, berbarengan dengan para guru senior, di antara mereka adalah bapak dan ibu guruku sendiri semasa aku SMA di sekolah ini. 

Tak henti – hentinya aku mengucapkan syukur padaMu Tuhan, atas limpahan kasihmu padaku dan keluargaku.

Engkau telah menyisipkan

mawar mekar merah jambu pada daun telingaku,

agar kita gagah melangkah menempuh malam

gulita panjang,

hidup

secara terberkati

(Bersambung)

*) Penulis Guru Mapel Fisika SMAN 1 Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *