Natal PWKDI Kabupaten Semarang, Bupati Berpesan Jaga Toleransi dan Kerukunan

Peristiwa231 Dilihat

KAB. SEMARANG, wartaintegritas.com – Sabtu, 17 Januari 2026 yang baru lalu, bertempat di aula gedung STT Sangkakala Getasan Kabupaten Semarang, Perkumpulan Warga Kristiani Dinas/ Instansi (PWKDI) Kabupaten Semarang adakan ibadah dan perayaan Natal.  Bupati Kabupaten Semarang H. Ngesti Nugroho, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan harapannya supaya masyarakat Kabupaten Semarang tetap menjaga kerukunan dalam keluarga, teman dan sesama.

“Semoga masyarakat Kabupaten Semarang tetap menjaga kerukunan dalam keluarga, antarteman dan antarsesama.  Hendaknya masyarakat saling menghargai satu sama lain dengan mengedepankan toleransi,” demikian Ngesti Nugroho dalam sambutannya di depan para guru dan juga pegawai instansi pemerintahan di wilayah Kabupaten Semarang yang menghadiri ibadah dan perayaan natal PWKDI tersebut.

Lebih lanjut Bupati Kabupaten Semarang yang kembali memimpin setelah periode sebelumnya berpesan supaya masyarakat Kabupaten Semarang tetap bersama-sama mengusahakan kemajuan Kabupaten Semarang.  Bupati Kabupaten Semarang yang hadir bersama dengan istri dan para pejabat Forkopimda ini berpesan juga supaya masyarakat waspada dengan judi online serta narkoba.

Hadirin fokus pada acara demi acara (Foto: Suyito Basuki)

“Waspadalah dengan judi online, karena sudah banyak banyak korban, sudah terbukti bahwa para pemain tidak akan akan menang.  Selain itu waspadalah juga dengan narkoba.  Kita sudah tahu pengaruh negatifnya.  Mari kita jadikan narkoba menjadi musuh bersama,” demikian ujar Ngesti Nugroho yang melihat dampak negatif baik judi online maupun narkoba di tengah masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Drs. Pujo Pramujito yang hadir memberikan sambutan terkait dengan masalah keluarga.  Ia prihatin dengan kasus-kasus perceraian di Kabupaten Semarang.

“Kasus perceraian di Kabupaten Semarang memprihatinkan.  Natal ini kiranya menguatkan kerukunan keluarga masing-masing,” demikian ujarnya.  Ia menyampaikan bahwa DPRD telah mengusulkan pencantuman anggaran untuk PWKDI tahun anggaran 2025 dan 2026.

Romo Antonius Budi Wihandono sampaikan renungan natal (Foto: Suyito Basuki)

Romo Antonius Budi Wihandono dari Solo dalam renungan natalnya mengajak hadirin untuk menciptakan keluarga masing-masing menjadi keluarga yang harmonis.  Dengan mendasarkan renungan pada tema Natal Nasional PGI/ KWI “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga” (Mat 1:21-24) Romo yang penuh humor ini menyampaikan bahwa keluarga yang harmonis adalah keluarga yang menghadirkan Allah di tengah keluarga.

“Oleh karenanya keluarga menjadi  ngangeni, memiliki bahasa simbol yang baik dalam keluarga, orang tua menjadi idola anak, sering menawarkan hal yang baik, dan masing-masing anggota memberikan pengorbanan satu sama lain,” ujar Romo Budi.

Ketua PWKDI, Tri Subekso, S.S., M.Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangkaian natal telah diadakan lomba Vocal Group yang dijuarai oleh Kecamatan Ambarawa, serta telah pula diadakan kegiatan Dialog Kebangsaan.  Ketua Panitia berharap dengan peringatan natal tahun ini supaya membawa kehangatan dan kedamaian hati dalam keluarga dan masing-masing pribadi.

Tarian Jamuran salah satu tarian Bhineka Nusantara (Foto: Suyito Basuki)

Di tengah acara, panitia memberikan bantuan dana bagi anak-anak yang membutuhkan.  Bantuan itu tidak saja kepada anak-anak Kristiani, tetapi juga yang non-Kristiani.  Panitia juga memberikan bantuan renovasi rumah kepada salah seorang penduduk di daerah Getasan Kabupaten Semarang.  Bantuan diberikan oleh Bapak Bupati dan Forkopimda.

Acara natal dimeriahkan dengan penampilan Vocal Group dari Kecamatan Ambarawa dan tarian Bhineka Nusantara yang dibawakan kolaborasi anak-anak siswa sekolah yang ada di Getasan Raya. 

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait