KLATEN, wartaintegritas.com — Desa Plawikan Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten mengukir sejarah baru dalam bingkai toleransi beragama. Untuk kali pertama Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tingkat desa menyelenggarakan perayaan Natal bersama bagi seluruh umat Kristiani di wilayah tersebut, di Gedung Balai Desa Plawikan hari Selasa (30/12/25). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti nyata kuatnya kerukunan antarwarga di tingkat akar rumput.
Inisiasi Kerukunan dari Tingkat Desa
Ketua Panitia Natal, Pendeta Dedi Santosa, A.Md.Th., menyampaikan bahwa acara ini merupakan inisiatif luar biasa dari PKUB Desa Plawikan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini tidak lagi terkotak-kotak dalam lingkup gereja masing-masing, melainkan disatukan dalam satu wadah desa.
“Ini adalah kali pertama dalam sejarah Desa Plawikan, acara Natal diselenggarakan oleh PKUB tingkat desa. Dukungan penuh dari Kepala Desa dan seluruh jajaran PKUB menunjukkan bahwa Plawikan benar-benar desa yang rukun,” ujar Pendeta Dedi.

Kehadiran Tokoh dan Antusiasme Jemaat
Acara ini dihadiri oleh sekitar 407 umat Kristiani dari berbagai latar belakang di wilayah Plawikan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Klaten, perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag), Forkopincam, serta tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam PKUB.
Bupati Klaten dalam sambutannya menyatakan rasa haru dan bangga atas inisiatif warga Desa Plawikan. Menurutnya, perayaan ini merupakan embrio yang diharapkan dapat menular ke desa-desa lain di Kabupaten Klaten sebagai model pembinaan kerukunan umat beragama.
Pesan Natal: Keselamatan untuk Semua Generasi
Pesan Natal disampaikan oleh Pendeta Dr. Mit Dwikoryanto M.Pd. dari GPdI Fajar Pengharapan Canan. Mengangkat tema “Keselamatan untuk Semua Generasi”, Pendeta Mit Dwikoryanto menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga iman dan nilai-nilai keselamatan agar terus berlanjut ke generasi mendatang.
“Natal bukan sekadar seremoni, tapi bagaimana keselamatan itu berdampak bagi keluarga dan generasi-generasi setelah kita,” terang Pendeta Mit.
Harapan Menjadi Agenda Rutin
Pemerintah Desa Plawikan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa pada masa mendatang. Perayaan ini diharapkan tidak hanya berhenti di tahun ini, tetapi menjadi agenda rutin tahunan bagi umat Kristiani di bawah naungan PKUB Desa.
Dengan suksesnya acara ini, Desa Plawikan telah menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bekerja sama dalam menciptakan keharmonisan sosial yang kokoh.
(Benyamin Hadinagoro)










